Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KINERJA YUAN: Pasar Pertimbangkan Kadar Dukungan PBOC Saat Yuan Terbebani Penguatan Dolar

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar yuan melemah 0,19% ke 6,7574 per dolar AS pada pukul 10.59 WIB., memperpanjang pelemahan mingguan ketiga berturut-turut.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 21 Oktober 2016  |  11:49 WIB
Yuan melemah. - .Bloomberg
Yuan melemah. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar yuan melemah melampaui level yang diprediksi, setelah para pembuat kebijakan mengisyaratkan berlanjutnya pelemahan mata uang China tersebut di tengah penguatan dolar AS serta turunnya performa ekspor.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar yuan melemah 0,19% ke 6,7574 per dolar AS pada pukul 10.59 WIB., memperpanjang pelemahan mingguan ketiga berturut-turut.

Menurut prediksi rata-rata dalam survei Bloomberg, nilai tukar yuan diperkirakan akan berakhir di posisi 6,75 akhir tahun ini.

Kinerja mata uang yuan telah tertekan akhir-akhir ini, didorong oleh spekulasi para Analis bahwa bank sentral China (People’s Bank of China/PBOC) telah mengurangi support-nya setelah yuan masuk dalam mata uang cadangan IMF pada 1 Oktober, serta dolar AS menguat ke level tertinggi dalam tujuh bulan.

“Berlanjutnya penguatan dolar telah membebani yuan. PBOC tidak akan melawan penguatan dolar serta membuat batasan, setidaknya dalam beberapa pekan ke depan,” ujar Andy Ji, ahli strategi mata uang Commonwealth Bank of Australia.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini (Jumat, 21/10/2016), mata uang yuan yang diperdagangkan di Shanghai telah turun 1,2% bulan ini di saat ekspektasi kenaikan suku bunga AS memacu reli dolar. Mata uang tersebut saat ini berselisih 1,1% dari level 6,83 yang ditetapkan oleh China pasca krisis finansial global 2008.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan dolar terhadap sejumlah mata uang utama siang ini terpantau menguat 0,18% atau 0,177 poin ke level 98,492 pada pukul 10.50 WIB.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as china yuan
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top