Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Terbatas & Ringgit Melemah, Harga CPO Naik Lagi

Harga minyak kelapa sawit atau CPO kembali menguat akibat melemahnya nilai tukar ringgit dan proyeksi produksi Oktober yang masih terbatas.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 12 Oktober 2016  |  18:28 WIB
Produksi Terbatas & Ringgit Melemah, Harga CPO Naik Lagi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Harga minyak kelapa sawit atau CPO kembali menguat akibat melemahnya nilai tukar ringgit dan proyeksi produksi Oktober yang masih terbatas.

Pada penutupan perdagangan Bursa Malaysia Rabu (12/10) harga CPO kontrak Desember 2016 meningkat 42 poin atau 1,61% ke level 2.653 ringgit (US$622,74) per ton.

Chandran Sinnasamy, executive director LT International Futures, mengatakan ada dua faktor yang mendorong harga CPO, yakni melemahnya ringgit dan proyeksi produksi pada bulan ini tidak akan sebesar September 2016 sejumlah 1,72 ton. Kemarin, ringgit turun 0,5% atau 0,0207 poin menuju 4,1985 per dolar AS.

Lin Ah Hong, Direktur Ganling Sdn Bhd, menuturkan dampak El Nino terhadap produksi kelapa sawit masih akan di bawah normal hingga kuartal II/2017. Produksi CPO di Malaysia yang biasanya naik secara historis pada periode Oktober--November juga diprediksi tidak akan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2015.

Tahun ini, pasokan baru CPO di Malaysia berkurang 2,1 juta ton menjadi 17,9 juta ton. Sementara suplai di Indonesia juga turun 3 juta ton menuju ke 29,1 juta ton. Adapun total pasokan global diprediksi akan menyusut 4,9 juta ton.

"Kekeringan sangat panjang sejak pertengahan 2015 sangat berdampak pada produksi CPO. Efeknya masih akan terasa di Malaysia pada kuartal pertama dan Indonesia pada kuartal kedua," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (12/10/2016).

Kelanjutan dari ketatnya pasokan bakal membatasi persediaan, sehingga mendukung penguatan harga. Pada kuartal IV/2016, harga bisa turun ke 2.400 ringgit per ton, tetapi berpeluang naik ke 3.000 ringgit per ton pada kuartal I/2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas harga cpo ringgit
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top