Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LOGAM INDUSTRI: Pelemahan Dolar Beri Tembaga Tenaga

Harga tembaga menguat 0,53% atau 1,10 poin ke US$209,40 per pound pada pukul 15.08 WIB setelah dibuka dengan pergerakan stagnan di posisi US$208,30 per pound.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Agustus 2016  |  16:13 WIB
Tembaga menguat. - .Reuters
Tembaga menguat. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga tembaga kontrak Desember 2016 terpantau menguat pada perdagangan siang ini, Jumat (26/8/2016), seiring pelemahan dolar AS menjelang pidato Gubernur bank sentral AS Federal Reserve Janet Yellen malam ini di Jackson Hole yang diharapkan memberi petunjuk arah kebijakan penaikan suku bunga AS.

Namun, penguatannya dibatasi oleh kenaikan stok serta tanda-tanda lemahnya permintaan di China, sebagai pengguna terbesar komoditas tersebut.

Harga tembaga menguat 0,53% atau 1,10 poin ke US$209,40 per pound pada pukul 15.08 WIB setelah dibuka dengan pergerakan stagnan di posisi US$208,30 per pound.

Pada perdagangan kemarin (24/8/2016), harga tembaga ditutup melemah 0,10% ke posisi 208,30.

Sementara Bloomberg Dollar Index yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,12% atau 0,118 poin ke 94,654 pada pukul 15.09 WIB.

Pergerakan greenback siang ini melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya menyusul pernyataan pembuat kebijakan The Fed bahwa suku bunga AS hanya harus dinaikkan secara bertahap mengingat dampak mata uang tersebut secara global.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, Ketua Federal Reserve wilayah Dallas Robert Kaplan kemarin menyatakan bahwa bank sentral AS tersebut harus secara bersabar, bertahap, dan berhati-hati untuk menaikkan suku bunganya.

Di sisi lain dilaporkan China memangkas impor tembaganya untuk bulan keempat berturut-turut ke level terendah dalam 17 bulan, sementara jumlah persediaan yang terdata pada London Metal Exchange naik 21% ke level tertinggi sejak November.  

Sejakan dengan tembaga, pergerakan harga nikel dan timah di Shanghai Futures Echange terlihat menurun pada perdagangan hari ini.

Harga nikel untuk kontrak Januari 2017 ditutup turun 0,81% atau 640 poin ke 78.450 yuan/metrik ton setelah dibuka melemah 1,50% di level 77.900, seiring meredanya kekhawatiran akan suplai di Filipina.

Adapun harga timah kontrak Januari 2017 berakhir hanya dengan kenaikan tipis 0,02% atau 20 poin ke 124.090 yuan/metrik ton setelah dibuka menguat 0,19% atau 230 poin di level 124.300.

 

Pergerakan tembaga di Comex (Commodity Exchange) untuk kontrak Desember 2016:

Tanggal

Level

Perubahan

26/8/2016

(Pk. 15.08 WIB)

209,40

+0,53%

25/8/2016

208,30

-0,10%

24/8/2016

208,50

-1,93%

23/8/2016

212,60

-1,21%

22/8/2016

215,20

-1,17%

 

 

Sumber: Bloomberg

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikel harga tembaga harga timah
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top