Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AKSI RALS: Gandeng SPAR, Tingkatkan Margin Ramayana

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. akan melakukan transformasi 29 gerai supermarket menjadi SPAR pada tahun depan
Swalayan Ramayana./.Istimewa
Swalayan Ramayana./.Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Untuk meningkatkan margin, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. akan melakukan transformasi 29 gerai supermarket menjadi SPAR pada tahun depan.

Direktur Ramayana Lestari Sentosa Suryanto mengungkapkan kerja sama dengan perusahaan ritel asal Belanda itu berlangsung hingga tiga tahun. Dalam kerja sama itu, SPAR yang menyediakan outlet dan Ramayana yang menyediakan produk-produk untuk mengisi outlet.

Sepanjang 2016, emiten bersandi saham RALS berencana melakukan transformasi 26 gerai Robinson dan supermarket menjadi SPAR, sehingga total gerai SPAR pada tahun depan menjadi 55 gerai. Pada tahun ini, pihaknya menargetkan margin kotor menjadi 26,5% atau naik 1% dari tahun sebelumnya.

"Divisi market akan naik 2%-3%. Format SPAR lebih fokus pada barang-barang yang fresh (segar) sehingga margin akan lebih tinggi," ungkapnya di Jakarta, Kamis (4/8/2015).

Dalam kesempatan, Corporate Secretary Ramayana Lestari Sentosa Setyadi Surya menuturkan pihaknya berencana untuk melakukan transformasi pada seluruh gerai supermarket. Adapun total gerai Ramayana hingga Juni 2016 sebanyak 114 gerai, di antaranya 112 supermarket.

"Harapan kami bisa transformasi seluruh gerai menjadi SPAR," ungkap Setyadi.

Sepanjang Juni 2016, emiten bersandi saham Ramayana berhasil membukukan laba senilai Rp254,1 miliar, tumbuh 179,7% dari posisi Rp90,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun margin laba bersih Ramayana mencapai 5,8% dari total penjualan bersih enam bulan pertama tahun ini.

Pada paruh pertama tahun ini, RALS mencatatkan penjualan senilai Rp4,36 triliun, tumbuh 27,1% dari posisi Rp3,43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Suryanto menambahkan penjualan sepanjang semester I/2016 juga menembus 52,6% dari target yang dipasang senilai Rp8,3 triliun.

Untuk menghadapi persaingan yang ketat, katanya, Ramayana akan menerapkan strategi operasional yang sesuai, dan berencana melakukan ekspansi yang lebih agresif di masa mendatang. Selain itu, RALS juga gencar melakukan promosi serta melakukan efisiensi untuk mengantisipasi penaikan tarif dan biaya.

Menurutnya, kompetisi yang akan ketat berada di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi. Dia mengungkapkan belum stabilnya tingkat ekspor di luar Pulau Jawa akan berdampak langsung pada penurunan daya beli.

Suryanto mengungkapkan pihaknya akan melakukan kerja sama dengan pemasok dalam menjaga kualitas dan kesinambungan permintaan barang. Adapun pangsa pasar Ramayana adalah kelas menengah ke bawah. Dia menuturkan pihaknya akan menyediakan produk-produk sesuai dengan daya beli masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper