Harga Emas Kuartal III Diprediksi Masih Bullish

Harga emas diprediksi bullish pada kuartal III/2016 seiring dengan langkah The Fed yang menahan kenaikan suku bunga.
Hafiyyan | 02 Agustus 2016 18:25 WIB
Harga emas berjangka naik di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas diprediksi bullish pada kuartal III/2016 seiring dengan langkah The Fed yang menahan kenaikan suku bunga.

Pada perdagangan Selasa (2/8/2016) pukul 17:07 WIB harga emas Gold Spot naik 7,03 poin atau 0,52% menuju US$1.360,18 per troy ounce. Sepanjang tahun berjalan harga bertumbuh 28,16%.

Harga batu kuning terdorong pelemahan dolar. Pada pukul 16:58 WIB, indeks dolar menurun 0,29% atau 0,276 poin menuju 95,437. Artinya, greenback sudah terkoreksi 3,24% sepanjang 2016.

Wahyu Tribowo Laksono, Analis Central Capital Futures, menyampaikan, harga emas masih akan terdorong sentimen dari pekan kemarin, yakni tekanan dolar akibat penguatan yen setelah rapat Bank of Japan dan PDB kuartal II/2016 Paman Sam sebesar 1,2% yang mengecewakan.

Faktor ini menjadi basis The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada September, sehingga memberikan peluang reli kepada logam mulia. "Dalam jangkah menengah [triwulan] emas masih bullish karena belum ada indikasi pengerekan suku bunga The Fed," paparnya kepada Bisnis.com, Selasa (2/8/2016).

Federal Reserve menjadi bank sentral yang paling dovish di antara G10 setelah keputusan BOJ mempertahankan suku bunga. Bila mengacu kepada data ekonomi pekan kemarin, ada kemungkinan rilis NFP memberikan hasil negatif, sehingga melemahkan nilai dolar AS.

Dalam sepekan, harga akan bergerak di rentang U$1.280-1.380 per troy ounce dengan kecenderungan sedikit kenaikan dari minggu sebelumnya. Namun, adanya peluang pelemahan dapat menjadi momentum pembelian emas.

Tag : emas
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top