Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semester I, BSDE Raih Marketing Sales Rp2,5 Triliun

Berdasarkan data BCA sekuritas, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk., mengantongi pendapatan pra penjualan (marketing sales) Rp2,5 triliun pada semester I/2016 atau 37% dari target perusahaan sepanjang tahun ini sejumlah Rp6,75 triliun.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 20 Juli 2016  |  21:24 WIB
rupiah
rupiah

Bisnis.com, JAKARTA--Berdasarkan data BCA sekuritas, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk., mengantongi pendapatan pra penjualan (marketing sales) Rp2,5 triliun pada semester I/2016 atau 37% dari target perusahaan sepanjang tahun ini sejumlah Rp6,75 triliun.

Michael Ramba, analis BCA Sekuritas dalam publikasi risetnya, Rabu (20/7/2016), menyampaikan, perusahaan bersandi saham BSDE itu membukukan kenaikan pendapatan pra penjualan pada kuartal II/2016 sebesar 10% menjadi Rp1,3 trilun, dibandingkan kuartal pertama senilai Rp1,2 triliun.

Secara triwulan, penjualan lahan dan gedung (strata tittle) naik signifikan (qtq), yakni 200% dan 285%. Namun, penjualan rumah tapak melesu 35% (qoq). Menurutnya, pemerosotan kontribusi rumah tapak disebabkan rendahnya penjualan klaster Asatti di BSD City, Tangerang, yang menyumbang Rp335 miliar.

Perusahaan baru mendapatkan penjualan sekitar 76% dari total unit Asatti yang ditawarkan. Hunian yang menyasar segmen menengah-bawah ini dipasarkan mulai dari harga Rp563 juta per unit.

Pada Sabtu (23/7/2016), BSDE berencana meluncurkan klaster baru bertajuk Buenos Park yang terletak di fase pertama kota BSD, dekat Stasiun KRL Rawa Buntu. Area hunian ini terdiri dari 149 unit rumah tapak dengan luas bangunan 65 m2 - 85 m2 dan luas lahan 60 m2 - 135 m2.

Harga yang ditawarkan mulai dai Rp927 juta - Rp2,3 miliar per unit. Dengan perkiraan penjualan 80%, perusahaan bisa mengantongi Rp120 miliar pada hari peluncuran.

Sepanjang Januari-Juni, emiten dengan nama beken Sinar Mas Land ini membukukan pendapatan pra penjualan sebesar Rp2,5 triliun atau mencapai 37% total target perusahaan pada 2016 sejumlah Rp6,75 triliun.

Bila dibandingkan periode yang sama pada 2015, angka tersebut turun 27%. Meskipun demikian, lanjut Michael, pencapaian penjualan masih sesuai dengan pola historis perusahaan setiap semester pertama, yakni berkisar 30%-40%.

Segmen residensial sebagai kontributor utama menyumbang 36% dari target tahunan perusahaan atau senilai Rp1,3 triliun. Adapun, segmen komersial menjadi penyumbang kedua terbesar, yakni Rp1,2 triliun.

Michael menyimpulkan, penjualan BSDE pada semester kedua bakal mencapai 66% dari target BCA Sekuritas. Faktor pendukung utama ialah pelonggaran kebijakan loan to value (LTV), sehingga perusahaan berpotensi mendapatkan konsumen lebih banyak.

"Konsumen masih mengandalkan cicilan, sehingga kebijakan LTV sangat membantu. Kami merekomendasikan saham BSDE untuk buy dengan target harga Rp2.400 per lembar ," tuturnya.

Meskipun saham BSDE telah reli 9% dari bulan lalu, Michael meyakini harga masih berpotensi naik pada akhir 2016. Pada penutupan perdagangan Rabu (20/7), saham BSDE naik 3% atau 60 poin menuju Rp2.060 per lembar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bsde
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top