Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEI Suspensi Perdagangan Efek 18 Emiten, Ini Alasannya

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan efek di pasar reguler dan pasar tunai sekitar 8 perusahaan tercatat dan memperpanjang suspensi perdagangan 10 perusahaan tercatat.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 30 Juni 2016  |  13:39 WIB
BEI Suspensi Perdagangan Efek 18 Emiten, Ini Alasannya
Bursa Efek Indonesia - Reuters/Beawiharta
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan efek di pasar reguler dan pasar tunai sekitar 8 perusahaan tercatat dan memperpanjang suspensi perdagangan 10 perusahaan tercatat.

Berdasarkan pengumuman BEI, hingga 29 Juni 2016 terdapat sekitar 18 perusahaan tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2015 dan/atau belum melakukan pembayaran denda atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan.

Adapun, BEI telah memberikan peringatan tertulis III dan denda sebesar Rp150 juta kepada sejumlah perusahaan tersebut. Kemudian, Bursa melakukan suspensi apabila mulai hari ke-91 kalender sejak lampaunya batas waktu penyampaian laporan keuangan, emiten tidak memenuhi kewajibannya.

Berikut perincian perusahaan yang dikenakan sanksi suspensi

BEI lakukan suspensi perdagangan efek 8 emiten di pasar reguler dan pasar tunai sejak sesi I 30 Juni 2016:

  • PT Benakat Integra Tbk. (BIPI)
  • PT Bakrie Telecom Tbk. (BTEL)
  • PT Bumi Resources Tbk. (BUMI)
  • PT Bakrieland Development Tbk. (ELTY)
  • PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG)
  • PT Eterindo Wahanatama Tbk. (ETWA)
  • PT Global Teleshop Tbk. (GLOB)
  • PT Capitalinc Investment Tbk. (MTFN)

 

BEI juga memperpanjang suspense perdagangan efek 10 emiten, a.l:

  • PT Borneo Lumbung Energi&Metal Tbk. (BORN)
  • PT Berau Coal Energy Tbk. (BRAU)
  • PT Buana Listya Tama Tbk. (BULL)
  • PT Garda Tujuh Buana Tbk. (GTBO)
  • PT Sekawan Intipratama Tbk. (SIAP)
  • PT Siwani Makmur Tbk. (SIMA)
  • PT Trikomsel Oke Tbk. (TRIO)
  • PT Inovisi Infracom Tbk. (INVS)
  • PT Permata Prima Sakti Tbk. (TKGA)
  • PT Skybee Tbk. (SKYB)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suspensi
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top