Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Dolar Melemah, Rupiah Menguat 0,80%

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,80% atau 107 poin ke Rp13.263 per dolar AS.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 Juni 2016  |  17:03 WIB
Indeks Dolar Melemah, Rupiah Menguat 0,80%
Ilustrasi seorang pegawai bank tengah menghitung penukaran uang rupiah dengan dolar AS - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (7/6/2016).

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,80% atau 107 poin ke Rp13.263 per dolar AS, setelah juga dibuka menguat tipis 0,07% atau 9 poin ke Rp13.361 per dolar AS.

Pada perdagangan hari ini rupiah diperdagangkan di kisaran Rp13.249 - Rp13.396 per dolar AS.

Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini sejalan dengan pergerakan nilai tukar di Asean yang mayoritas juga menguat menyusul melemahnya indeks dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta mengatakan tekanan pelemahan rupiah terbukti hanya temporer seiring dengan dolar yang kembali lemah dan mendorong nilai tukar terutama di Asean.

“Di tengah inflasi yang rendah, CAD yang menurun serta perlambatan PDB, ruang pelonggaran moneter sudah semakin lebar. Tetapi reli aset berdenominasi rupiah akibat faktor eksternal tetap memerlukan konfirmasi fundamental,” katanya dalam riset, Selasa (7/7/2016).

Di Asean, seluruh mata uang menguat. Dolar singapura  menguat 0,27%, baht Thailand menguat 0,08%, peso Filipina naik 0,32%, dan ringgit Malaysia melonjak 1,05%.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah sebesar 0,11% atau 0,10 poin ke level 93,80 pada pukul 16.05 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nilai tukar rupiah kurs dolar as
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top