Bisnis.com, JAKARTA - Kesepakatan antara negara-negara produsen minyak dunia untuk mengurangi pasokan tak berpengaruh terhadap harga minyak.
Angus Nicholson, Analis IG Ltd mengatakan bila kesepakatan terjadi, harga minyak tetap berada di bawah angka US$30 per barel. Adapun, Venezuela, Arab, Qatar dan Rusia telah menyatakan komitmennya untuk mengurangi produksi dengan harapan, harga minyak bisa naik.
Rencananya, pada 20 Maret digelar rapat untuk mengeluarkan sikap kolektif terhadap kelebihan pasokan yang mengakibatkan turunnya harga minyak.
"Menurut saya, kita akan tetap melihat harga minyak berada di bawah US$30," ujarnya seperti yang dikutip Bloomberg, Jumat (4/3/2016).
Hong Sung Ki, Analis dari Samsung Futures Inc menilai harga minyak yang lebih stabil diharapkan terjadi pada bulan berikutnya saat Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporter Countries/OPEC).
Paling tidak, harga minyak menyentuh angka US$40 per barel. "Harga minyak yang lebih stabil diharapkan datang di bulan berikutnya, diperkirakan menyentuh level US$40," katanya.
Saat ini, harga minyak WTI berada di angka US$34,7 per barel dan Brent US$37,13 per barel.