Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DIM Ubah Fokus Reksa Dana Anggrek Fleksibel

PT Danareksa Investment Management atau DIM mengubah fokus produk reksa dana campurannya, anggrek fleksibel, pada 2016.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 03 Februari 2016  |  19:53 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, SURABAYA—PT Danareksa Investment Management atau DIM mengubah fokus produk reksa dana campurannya, anggrek fleksibel, pada 2016.

 

Unit Head DIM Investment Lounge Surabaya Febrina D. Rosyanti mengatakan sekarang danareksa anggrek fleksibel fokus investasi pada efek yang diterbitkan badan usaha milik negara (BUMN) beserta anak dan cucu perusahaan.

 

Adapun pertimbangan DIM, salah satunya melihat besarnya dukungan pemerintah terhadap BUMN sebagai salah satu pilar perekonomian. “Ini terbukti dari tambahan penyertaan modal negara bagi beberapa BUMN yang dikeluarkan pada 2015,” katanya di sela acara tinjauan awal tahun DIM, di Surabaya, Rabu (3/2/2016).

 

Selain itu, DIM menilai kinerja efek saham dan obligasi yang dikeluarkan BUMN beserta anak usahanya secara historis terbukti memberikan imbal hasil yang kompetitif dibandingkan pasar. Lebih dari ini, Danareksa menantikan semakin banyak korporat pelat merah melantai di Bursa Efek Indonesia.

 

Strategi investasi DIM untuk anggrek fleksibel, yakni untuk SUN sepuluh tahun targetnya dalam setahun 8%, indeks harga saham gabungan 17,50%, sedangkan danareksa anggrek fleksibel dibidik 14,15%. Persentase ini merujuk kepada alokasi portofolio yang seimbang antara saham dan obligasi.

 

Febriana menjelaskan strategi portofolio yang akan difokuskan untuk anggrek fleksibel, yakni efek BUMN dan perusahaan lain di sektor yang sensitif terhadap perubahan suku bunga, sektor infrastruktur dan pendukungnya, serta sektor yang bisa dapat manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi.

 

“Sektor yang terkait infrastruktur seperti konstruksi, properti, semen, industrial estate, perbankan, serta otomotif,” tuturnya.

 

Ada pula investasi pada surat utang negara (SUN) untuk mengantisipasi penurunan interest rate dan obligasi korporasi. Ini disertai credit risk yang cukup baik dan yield yang menarik untuk menjaga kestabilan kinerja reksa dana.

 

Secara umum terdapat sejumlah produk DIM lain yang diyakini prospektif pada tahun ini yaitu Danareksa Melati Pendapatan Utama (reksa dana pendapatan tetap), Danareksa Mawar Konsumen 10 (reksa dana saham), dan Danareksa Mawar Rotasi Strategis (reksa dana saham).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksadana danareksa investment management
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top