Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nilai Kapitalisasi Saham BRI Sudah Naik 24 Kali Lipat

Nilai kapitalisasi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir pekan pertama November 2015 mencapai Rp263,9 triliun dengan harga saham BRI tercatat Rp10.575 per lembar.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 10 November 2015  |  15:04 WIB
Bursa Efek Indonesia - JIBI/Dedi Gunawan
Bursa Efek Indonesia - JIBI/Dedi Gunawan
Bisnis.com, JAKARTA - Nilai kapitalisasi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir pekan pertama November 2015 mencapai Rp263,9 triliun dengan harga saham BRI tercatat Rp10.575 per lembar.
 
Nilai kapitalisasi lasar atau market cap ini mengalami kenaikan 24 kali lipat dibandingkan saat pertama kali.
Saat itu harga penjualan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) hanya Rp 875 per lembar dengan kapitalisasi pasar (market cap) di angka Rp11,47 triliun.
 
"Hari ini merupakan tahun ke-12 BRI ada di bursa. Pertama kali masuk 10 November 2003. Saat itu harga sahamnya Rp875 per lembar kapitalisasi pasar Rp11,47 triliun. Penutupan perdagangan kemarin, harga sahamnya sudah Rp10.575, market cap Rp263 triliun, berarti naik 24 kali lipat," ujar Direktur Utama BRI Asmawi Syam di Gedung BEI, Selasa (10/11/2015).
 
Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholders yang mengantarkan melantai sampai 12 tahun dengan peningkatan kinerja yang luar biasam
 
"Ini merupakan kapitalisasi terbesar bank BUMN yang ada di bursa. Ucapan terima kasih saya sampaikan," ucapnya.
 
Dengan pencapaian tersebut, BBRI masuk dalam 6 besar perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di BEI.
 
Pihaknya berharap ke depan bisa masuk dalam 5 besar kapitalisasi terbesar di bursa saham Indonesia.
 
"Salah satu yang harus diperhatikan adalah fundamental perusahaan. Tepat 10 November ini hari pahlawan, kita ingin menjadi pahlawan bangsa. Ini juga bertepatan dengan ulang tahun BRI ke-12 tahun, nanti di 16 Desember. Kita merupakan 6 besar di BEI, dan diharapkan bisa menjadi 5 besar," katanya.
 
Asmawi menambahkan perseroan akan tetap fokus untuk menggenjot kinerja di bursa saham melalui peningkatan di bisnis korporasi dan juga pasar tradisional atau kerakyatan.
 
"Kita menjaga pasar modal, menjaga pasar komoditi juga, menjaga pasar tradisional juga, kita jaga dengan baik sehingga power tidak hanya di corporate tapi pasar tradisional," ucapnya.
 
Corporate Secretary BRI Hari Siaga menambahkan Compound Annual Growth Rate (CAGR) atau rerata pertumbuhan tahunan kinerja BRI sejak IPO hingga akhir tahun 2014 untuk kinerja asset tercatat tumbuh 21,1% per tahun.
 
Sementara kinerja penyaluran kredit tumbuh 23,5% per tahun, kemudian dana pihak ketiga naik 20,7% per tahun, serta laba bersih tumbuh hingga 22,5% per tahun.
 
"Secara tahunan, pendapatan bunga yang berasal dari pinjaman masih memberikan kontribusi lebih dari 75% dari total pendapatan yang diperoleh secara keseluruhan. Sisanya berasal dari pendapatan non bunga yang didominasi oleh fee based income," tuturnya.
 
Untuk menjaga kinerjanya agar tetap tumbuh sehat dan berkelanjutan, lanjut Hari, perseroan terus berinovasi dalam memberikan layanan jasa perbankan kepada masyarakat.
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga saham bank bri
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top