Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wika Berniat Lepas Saham Pemerintah 10,05%

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. bakal melakukan private placement dengan nilai hingga Rp2,8 triliun pada tahun depan.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 09 November 2015  |  15:27 WIB
Wika Berniat Lepas Saham Pemerintah 10,05%
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. bakal melakukan private placement dengan nilai hingga Rp2,8 triliun pada tahun depan.

Direktur Keuangan Wiaya Karya (Wika) Adjii Firmantoro mengatakan berdasarkan pertemuan dengan Kementerian BUMN diputuskan jumlah saham pemerintah tidak boleh lebih rendah dari 55%.

Saat ini, porsi saham pemerintah di Wika sebesar 65,05% dan sisanya dimiliki oleh publik.

Terkait dengan hal itu, artinya perseroan masih berpeluang untuk melepas saham pemerintah hingga 10,05% yang akan dilakukan dengan skema private placement.

"Ada beberapa rencana yang disiapkan. Kalau 6,1% saham yang dilepas, jumlah dana yang bisa diperoleh Rp1,7 triliun. Jika seluruhnya dilepas sekitar Rp2,8 triliun," ungkap dia saat paparan publik, Senin (9/11/2015).

Dengan catatan, sambung dia, harga saham saat aksi korporasi dilakukan berada pada posisi Rp2.800 per lembar.

Skenario penerbitan private placement akan dilakukan jika Wika batal mendapatan penyertaan modal negara (PMN). Seperti diketahui, Wika diajukan mendapatkan PMN pada tahun depan sebesar Rp4 triliun. Meskipun begitu, rencana itu masih tertahan di DPR.

"Dengan atau tidak adanya PMN, rencana kerja perseroan tidak akan terganggu, Pendanaan tetap bisa dilakukan dengan berbagai skema, seperti right issue atau obligasi," tambahnya.

Bila Wika memperoleh PMN sesuai dengan rencana, artinya perseroan bakal menerbitkan right issue dengan target dana Rp6,1 triliun, di mana Rp4 triliun diperoleh dari pemerintah dan Rp2,1 triliun dari masyarakat. Dengan begitu, porsi saham pemerintah tidak akan terdilusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wijaya karya
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top