Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lelang SUN: Investor Diperkirakan Cukup Antusias

Pasar surat utang negara akan bergairah lagi besok seiring digelarnya lelang, meski penawaran investor diperkirakan lebih rendah dari penawaran sebelumnya.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 13 April 2015  |  20:29 WIB
Pasar surat utang negara akan bergairah lagi besok seiring digelarnya lelang, meski penawaran investor diperkirakan lebih rendah dari penawaran sebelumnya. - JIBI
Pasar surat utang negara akan bergairah lagi besok seiring digelarnya lelang, meski penawaran investor diperkirakan lebih rendah dari penawaran sebelumnya. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA –Pasar surat utang negara akan bergairah lagi besok seiring digelarnya lelang, meski penawaran investor diperkirakan lebih rendah dari penawaran sebelumnya.

Esok, Selasa, (14/4/2015), pemerintah menggelar lelang tiga seri surat utang negara (SUN) dengan target indikatif Rp10 triliun. Seri yang dilelang yakni Seri SPN jatuh tempo 7 Januari 2015, Seri FR0069 jatuh tempo 15 April 2019, dan Seri FR0071 jatuh tempo 15 Maret 2029.

I Made Adi Saputra, analis obligasi BNI Securities, memprediksi investor akan membanjiri seri bertenor pendek, yakni SPN dan FR0069. Sebab, di tengah pasar SUN yang akhir-akhir ini sideways, investor cenderung menjauhi tenor panjang untuk menghindari risiko pada masa mendatang.

“Perkiraan saya, penawaran investor pada lelang hari ini Rp15 triliun sampai Rp25 triliun,” katanya, Senin, (13/4/2015).

Perkiraan penawaran Rp15 triliun serupa dengan realisasi penawaran pada lelang SUN yang digelar 31 Maret 2015. Saat itu, total penawaran investor Rp15,18 triliun dan serapan pemerintah Rp10 triliun. Hasil lelang yang digelar pada akhir kuartal I ini, menurut Made, dimasukkan pemerintah ke hasil lelang SUN kuartal II.  

Dari sisi imbal hasil, Made memperkirakan imbal hasil yang diminta investor pada lelang SUN hari ini di seri FR0069 di kisaran 7,09%-7,18% dan pada seri FR0071 di kisaran 7,4%-7,5%. Data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) kemarin menunjukkan imbal hasil seri FR0069 sebesar 7,16% dan FR0071 sebesar 7,43%.

Menurut Made, investor masih berperilaku wait and see karena faktor pergerakan nilai tukar rupiah. Rupiah belum berada di posisi stabil. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah lagi ke posisi Rp12.988 per dolar AS. Pasar SUN ke depan masih akan dipengaruhi sentimen pergerakan nilai tukar rupiah.

Sementara, BNI Securities memperkirakan Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga acuan di posisi 7,5%.

“Ke depan investor masih wait and see. Investor masih masuk ke pasar SUN tapi tidak banyak, sehingga imbal hasil pun turun juga tidak signifikan,” tutur Made.

Desmon Silitonga, Analis PT Millenium Capital Management, memprediksi lelang besok  akan mendulang kelebihan permintaan (oversubcribe) sekitar dua kali sampai tiga kali. Pemerintah diperkirakan menyerap Rp10 sampai Rp15 triliun.
“Strategi front loading masih akan terus dilakukan pemerintah, di tengah kondisi pasar SUN yang sejauh ini masih stabil. Ini juga dilakukan untuk mengantisipasishortfall pajak yang tahun ini berpotensi terjadi,” tutur Desmon.
Dalam sepekan terakhir, imbal hasil di pasar sekunder masih terbilang stabil. Intervensi yang dilakukan Bank Indonesia di pasar sekunder SUN turut memberikan dampak positif terhadap stabilitas pergerakan yield sepanjang Maret lalu dan kemungkinan masih berlangsung sepanjang bulan ini.

Menurut Desmon, arah pasar SUN pekan depan masih dipengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dan dipengaruhi rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang digelar Selasa, (14/4/2015). Perkiraannya, BI Rate masih dipertahankan di level 7,5% dan jika ini terjadi maka akan berdampak positif pada pasar SUN.

Proyeksinya, investor meminta imbal hasil SPN sebesar 6,1%-6,3%, FR0069 di level 7,1%-7,3%, dan FR0071 di level 7,5%-7,7%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sun surat utang negara lelang sun
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top