Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Belanda & Rusia Tambah Cadangan Tidak Dongrak Harga Emas

Aksi Bank Sentral Belanda dan Rusia menambah cadangan emasnya berpotensi mengerek harga emas yang tengah terkoreksi pasca penguatan dolar AS terhadap euro sejak pekan lalu. Namun pada kenyataannya, harga tidak ikut terkerek naik.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 27 Januari 2015  |  11:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi Bank Sentral Belanda dan Rusia menambah cadangan emasnya berpotensi mengerek harga emas yang tengah terkoreksi pasca penguatan dolar AS terhadap euro sejak pekan lalu.

Namun pada kenyataannya, harga tidak ikut terkerek naik.

Barnabas Gan, Ekonom OCBC, mengatakan kalau melihat kebelakang, pembelian emas oleh bank sentral harusnya bisa mengerek harga emas walaupun hanya untuk jangka pendek.

“Masalahnya, pada tahun ini dolar AS diperkirakan terus perkasa seiring rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sehingga minat investor untuk mengamankan asetnya dengan emas jadi berkurang,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Selasa (27/1/2015).

Belanda menambah cadangan emas untuk pertama kalinya sejak 1998 dan membuat aset emas Negeri Kincir Angin itu naik ke level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, sedangkan Rusia melanjutkan pembelian emas sembilan bulan berturut-turut.

Cadangan emas Belanda sampai Desember 2014 naik  menjadi 20 juta ons dan menjadi yang tertinggi sejak 2007, sedangkan cadangan emas Rusia sampai akhir tahun lalu naik menjadi 38,8 juta ons dan menjadi level tertinggi dalam dua dekade terakhir.

Pada perdagangan sampai pukul 10:45 WIB, harga emas gold spot masih terkoreksi 0,18% menjadi US$1.279 per troy ounce atau Rp514.766 per  gram, sedangkan harga jual emas Antam turun 4.000 poin menjadi Rp555.000 per gram.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini

Sumber : bloomberg

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top