Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HARGA MINYAK : Geopolitik Libya Sedikit Angkat Harga

Kondisi geopolitik Libia yang kembali memanas membantu harga minyak untuk mengalami penguatan terbesar dalam dua minggu terakhir.

Bisnis.com, DUBAI – Kondisi geopolitik Libia yang kembali memanas membantu harga minyak untuk mengalami penguatan terbesar dalam dua minggu terakhir.

Aksi mogok pekerja di tambang minyak Nigeria juga menjadi salah satu pendukung penguatan komoditas energi tersebut.

Christopher Bellew, Pialang Jefferies International Ltd., mengatakan kondisi di Libya mungkin bisa membantu harga minyak untuk tetap berada di kisaran US$60.

“Tapi, saya masih belum melihat tanda-tanda kebangkitan harga minyak lebih jauh untuk bertahan di level US$60 ke depannya,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Senin (15/12).

Kondisi Libia sempat memanas kembali pada Oktober dan ladang minyak terbesar negara itu dikuasai kelompok pemberontak. Kemarin, aksi pemberontak kembali membuat ekspor Libia agak terganggu.

Selain itu, pekerja di tambang minyak Nigeria melakukan aksi mogok agar ada revolusi di industri minyak tersebut.

Nigeria mencatatkan diri sebagai produsen minyak terbesar di Afrika yang berproduksi sebesar 2,18 juta barel per hari.

Pada penutupan kemarin, minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,66% menjadi US$58,16 per barel.

Sedangkan, minyak Brent menguat 1,28% menjadi US$62,64 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Surya Rianto
Editor : Rustam Agus
Sumber : bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper