HARGA MINYAK di Perdagangan Asia Terus Turun

Harga minyak mentah dunia turun di perdagangan Asia, Selasa, tetapi kerugiannya terbatas karena pedagang mengambil nafas setelah aksi jual tajam dalam beberapa hari terakhir menyusul keputusan OPEC mempertahankan tingkat produksinya meskipun pasar global kelebihan pasokan.
News Editor | 02 Desember 2014 15:53 WIB

Bisnis.com, SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia turun di perdagangan Asia, Selasa, tetapi kerugiannya terbatas.

Penyebabnya, pedagang mengambil nafas setelah aksi jual tajam dalam beberapa hari terakhir menyusul keputusan OPEC mempertahankan tingkat produksinya meskipun pasar global kelebihan pasokan.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, turun 46 sen menjadi US$68,54  pada perdagangan sore.

Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari, merosot 41 sen menjadi US$72,13 per barel.

Perusahaan riset Capital Economics mengatakan "sebuah tingkat ketenangan kembali ke pasar" setelah terjun bebas terlihat pada kedua kontrak ke posisi terendah lima tahun.

Daniel Ang, analis investasi pada Phillip Futures diSingapura, mengatakan "harga tetap stabil karena pasar menyesuaikan setelah minggu lalu jatuh 10 persen".

WTI pada Senin ditutup naik US$2,85 dari harga penyelesaian Jumat (28/11/2014), setelah awalnya jatuh ke tingkat US$63,72, level yang terakhir terlihat pada Juli 2009. Di London, Brent naik US$2,39 setelah sebelumnya jatuh ke terendah Oktober 2009 di US$67,53.

Harga minyak mentah telah jatuh sejak ke-12 negara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Kamis (27/11) mengatakan akan mempertahankan pagu produksi kolektif pada 30 juta barel per hari, yang telah berdiri selama tiga tahun.

Anggota OPEC dari Teluk yang kuat, dipimpin oleh penghasil minyak terbesar Arab Saudi, menolak desakan untuk memangkas produksi dari anggota-anggota miskin, termasuk Venezuela dan Ekuador, kecuali mereka dijamin pangsa pasarnya, terutama di Amerika Serikat di mana meningkatnya produksi minyak serpih telah memberikan kontribusi terhadap membanjirnya pasokan global.

"Kegiatan ingar-bingar pada akhir pekan lalu -- terutama terjun bebas dalam harga minyak -- hampir pasti dibesar-besarkan oleh kondisi perdagangan tipis karena liburan diperpanjang di AS," kata Capital Economics, mengacu kepada liburan Thanksgiving pekan lalu.

Pasar keuangan AS tutup pada Kamis untuk hari libur Thanksgiving, sementara perdagangan Jumat dipersingkat.

Dengan tidak adanya data utama pada Selasa, para dealer selanjutnya diperkirakan fokus pada laporan persediaan terbaru AS yang akan dirilis pada Rabu untuk petunjuk tentang permintaan di konsumen minyak mentah utama dunia, kata para analis.

Sumber : Antara/afp

Tag : Harga Minyak
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top