Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUKIT ULUWATU VILLA Terbitkan Saham Baru

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMT-HMETD) atau private placement dengan mengeluarkan 309,6 juta saham baru.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 12 November 2014  |  19:51 WIB
Salah satu produk properti andalan  Bukit Uluwatu Villa - Bisnis
Salah satu produk properti andalan Bukit Uluwatu Villa - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMT-HMETD) atau private placement dengan mengeluarkan 309,6 juta saham baru.

Hendry Utomo, Direktur Bukit Uluwatu Villa, mengungkapkan rencana PMT-HMETD telah diumumkan pada Rabu (12/11/2014) melalui prospektus yang dipublikasikan perseroan.

Dalam keterbukaan informasi kepada PT Bursa Efek Indonesia yang dirilis Rabu (12/11/2014), disebutkan perseroan akan menggelar PMT-HMETD dengan harga pelaksanaan Rp582 per saham. Dana yang diraup perseroan mencapai Rp180,18 miliar.

Emiten berkode saham BUVA tersebut menggunakan dasar untuk menentukan harga pelaksanaan dari harga rerata penutupan saham selama 25 hari bursa berturut-turut. Tepatnya sebelum 28 Oktober 2014 yakni sebesar Rp581,60 per lembar saham.

Rencananya, BUVA akan menggunakan dana hasil PMT-HMETD tersebut sebanyak 91% untuk peningkatan modal pada anak usaha PT Bukit Bali Permai. Kemudian, oleh Bukit Bali Permai dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi dan meningkatkan modal di PT Bukit Agung Indah yang berkedudukan di Badung Bali.

Bukit Bali Permai juga akan menggunakan suntikan dana dari induk usaha itu untuk meningkatkan penyertaan modal pada PT Bukit Awani Sejahtera. Nantinya, dana tersebut digunakan bagi pengembangan usaha dan pembelian lahan di Ubud Bali.

BUVA juga mengalokasikan sebesar 6% dari total hasil dana PMT-HMETD tersebut untuk pembelian lahan di Ubud Bali. Sedangkan sisanya, akan digunakan sebagai modal kerja perseroan.

Perseroan akan meminta persetujuan dari pemegang saham terlebih dahulu sebelum pelaksanaan PMT-HMETD melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 27 November 2014.

Hendry menuturkan, pada 10 November 2014, anak usaha perseroan yakni Bukit Bali Permai (BBP) mendirikan anak usaha PT Bukit Awani Sejahtera (BAS). BBP menguasai 99% dari modal disetor dan ditempatkan BAS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bukit uluwatu
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top