MEA 2015: Sekuritas Lokal Pilih Bertahan

Perusahaan sekuritas lokal lebih memilih melakukan pertahanan dengan menggarap pasar domestik, dibandingkan dengan ikut berkompetisi dalam persaingan saat berlakunya masyarakat ekonomi Asean (MEA) pada Desember 2015.n
Riendy Astria | 02 Oktober 2014 21:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA- Perusahaan sekuritas lokal lebih memilih melakukan pertahanan dengan menggarap pasar domestik, dibandingkan dengan ikut berkompetisi dalam persaingan saat berlakunya masyarakat ekonomi Asean (MEA) pada Desember 2015.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Susy Meilina mengatakan beberapa tahun pertama saat berlakunya MEA pada 2015, sekuritas dalam negeri akan fokus untuk menggarap pasar lokal. Langkah ini diambil bukan lantaran sekuritas lokal belum mampu menghadapi persaingan dengan negara Asean lainnnya.

Namun, hal ini dilakukan karena potensi market dalam negeri masih sangat besar. Dia mencontohkan, saat ini jumlah investor dalam negeri hanya 400.000 nasabah atau hanya 0,2% dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta penduduk.

“Fokus kami domestik dulu, mempertahankan dulu. Untuk maju menyerang, masih membutuhkan beberapa langkah lagi, hanya yang sudah advance yang bisa langsung masuk,” kata Susi di sela acara seminar Kesiapan Perusahaan Efek Menghadapi Era MEA 2015 di Jakarta, Kamis (2/10).

Bila langsung masuk dalam persaingan, dikhawatirkan pasar domestik justru akan diambil oleh asing. Dia menggambarkan, bila implementasi MEA berlaku, market Indonesia mencapai 40% terhadap negara Asean lainnya. Dengan demikian, bila Indonesia bisa memaksimalkan pasar domestik, itu sangat menguntungkan Indonesia. Oleh sebab itu, fokus utama sekuritas lokal adalah menang di negara sendiri.

Menurutnya, langkah yang akan diambil APEI untuk memaksimalkan pasar domestik adalah dengan menjaring investor ritel yang ada di berbagai daerah. Pihaknya akan bekerja sama dengan otoritas bursa dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan sosialisasi ke daerah-daerah.

Dia optimistis, broker atau sekuritas lokal akan menang dalam menjaring investor ritel dalam negeri dibandingkan dengan sekuritas asing yang baru masuk. Adapun yang menjadi masalah saat ini adalah minimnya tenaga pemasar di daerah. “Broker lokal pasti menang, masyarakat atau calon investor itu punya budaya lebih mempercayai sesama lokal dibandingkan dengan asing, hanya pemasaran perlu digencarkan.”

Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal OJK Fakhri Hilmi mengatakan dilihat dari sisi industri pasar modal, berlakunya MEA pada akhir 2015 nanti harus dilihat sebagai peluang, bukan ancaman. Pasalnya, MEA membuka pasar bagi pelaku pasar modal dalam negeri untuk mengambil pasar di luar negeri.

Meski demikian, kesiapan pasar modal untuk bersaing dalam MEA tidak bisa dilihat secara umum. Untuk perusahaan sekuritas, Fakhri melihat sekuritas lokal lebih baik fokus pada pasar internal terlebih dahulu sambil menyiapkan diri. Pihaknya sendiri juga tengah menyiapkan berbagai aturan pendukung untuk meningkatkan daya saing sekuritas lokal.

“Harus disikapi dengan bijak, jangan sampai partisipasi minim dan malah terkepung. Untuk sekuritas, ada beberapa hal teknis yang harus dibereskan sekaligus mempersiapkan diri,” kata Fakhri.

Tag : sekuritas, mea 2015
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top