Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OBLIGASI PEMERINTAH: Awal Pekan, Transaksi Turun 20,16%

Setelah naik tipis 9% pada akhir pekan lalu, volume transaksi obligasi pemerintah tercatat turun 20,16% pada perdagangan awal pekan ini, Senin (25/8/2014).
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 26 Agustus 2014  |  09:33 WIB
OBLIGASI PEMERINTAH: Awal Pekan, Transaksi Turun 20,16%
Memantau layar obligasi pemerintah - Bisnis
Bagikan

Bisnis.comJAKARTA — Setelah naik tipis 9% pada akhir pekan lalu, volume transaksi obligasi pemerintah tercatat turun 20,16% pada perdagangan awal pekan ini, Senin (25/8/2014).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Selasa (26/8/2014), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp6,81 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp8,53 triliun.

Jumlah tersebut juga di bawah rata-rata transaksi harian tahun ini sebesar Rp9,91 triliun. Adapun obligasi tenor jangka menengah antara 5-15 tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0068 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp2,65 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0070 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp1,29 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0071 dengan volume transaksi Rp1,07 triliun.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Senin (25/8/2014)

Seri Obligasi

Yield

(%)

Volume

(Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0068

8,53

2.654,12

15 Mei 2034

FR0070

8,22

1.292,19

15 Maret 2024

FR0071

8,61

1.066,62

15 Maret 2029

VR0020

6,26

440

25 Oktober 2016

FR0059

8,39

361,55

15 Mei 2027

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah obligasi pemerintah ri
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top