Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WIJAYA KARYA (WIKA) Cari Utang Bank Rp1 Triliun

Emiten konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. memilih opsi pendanaan melalui pinjaman perbankan ketimbang lainnya senilai Rp1 triliun.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 08 Agustus 2014  |  04:10 WIB
WIJAYA KARYA (WIKA) Cari Utang Bank Rp1 Triliun
Rencana penerbitan MTN emiten berkode saham WIKA tersebut belum masuk tahap finalisasi. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. memilih opsi pendanaan melalui pinjaman perbankan ketimbang lainnya senilai Rp1 triliun.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Natal Argawan Pardede mengungkapkan perseroan masih memiliki opsi pendanaan dari perbankan yang masih mencukupi untuk membiayai ekspansi.

"Kami masih punya lebih dari Rp1 triliun dari perbankan dalam negeri," katanya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (7/8/2014).

Dia enggan menjelaskan terkait rencana penerbitan surat utang berjangka menengah (medium term notes/MTN) senilai Rp500 miliar hingga Rp600 miliar pada semester II/2014.

Menurutnya, rencana penerbitan MTN emiten berkode saham WIKA tersebut belum masuk tahap finalisasi sehingga tidak bisa disampaikan saat ini.

Di sisi lain, Wijaya Karya tidak merevisi target kinerja tahun ini meskipun hingga pertengahan tahun target kontrak baru terealisasi sebanyak 25,94%. Hingga Juni 2014, tercatat kontrak baru yang diperoleh WIKA mencapai Rp6,7 triliun dari total target Rp25,83 triliun.

"Proyek pemerintah itu Rp7 triliun dari total Rp25,83 triliun. Mungkin tahun ini proyek pemerintah turun Rp1 triliun-Rp2 triliun. Tapi kami mengejar di area lain seperti proyek BUMN, swasta dan Migas," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wijaya karya
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top