Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tunggu Smelter Rampung, CITA Kaji Opsi Sumber Pendapatan Baru

PT CIta Mineral Investindo Tbk. (CITA) tengah mengkaji opsi untuk menggalang pendapatan tahun ini. Perseroan sudah memenuhi panggilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir bulan lalu untuk membicarakannya.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 10 April 2014  |  20:44 WIB
Tunggu Smelter Rampung, CITA Kaji Opsi Sumber Pendapatan Baru
Bauksit - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- PT CIta Mineral Investindo Tbk. (CITA) tengah mengkaji opsi untuk menggalang pendapatan tahun ini. Perseroan sudah memenuhi panggilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir bulan lalu untuk membicarakannya.

Yusak Luma Pardede, sekretaris perseroan mengatakan sejauh ini perseroan belum menentukan sumber pendapatan lain sembari menunggu rampungnya pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian yang tengah dibangun di Ketapang. Pabrik itu ditargetkan selesai pada Oktober 2015.

“Ke depan ada (rencana) untuk create suatu revenue, tapi itu masih wacana. Itu yang IDX minta untuk mempertimbangkan rencana ke depan,” katanya.

Saat ditanya soal rencana penjualan bijih bauksit ke pabrik chemical grade alumina (CGA) milik PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM), Yusak mengatakan belum ada pembicaraan apapun dengan perusahaan pelat merah tersebut. “Sejauh ini belum ada yang menampung [produk bijih bauksit CITA].” 

Yusak menjelaskan perseroan masih memiliki sisa produksi bijih bauksit senilai Rp600 juta. Namun, perseroan belum berencana untuk menjualnya. Sebagai informasi,CITA menghentikan produksi dan penjualan bauksitnya per 11 Januari 2014 sehubungan dengan larangan ekspor mineral mentah dari pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BEI bauksit cita
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top