Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MH370 JATUH: Saham MAS Masih Terbenam di Zona Merah

Harga saham Malaysian Airlines System Bhd (MAS) masih berada di zona merah menjelang akhir pekan dan berada di level terendahnya sepanjang tahun ini.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 28 Maret 2014  |  11:00 WIB
MH370 JATUH: Saham MAS Masih Terbenam di Zona Merah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Harga saham Malaysian Airlines System Bhd (MAS) masih berada di zona merah menjelang akhir pekan dan berada di level terendahnya sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham maskapai Malaysia itu melemah 2,38% ke level 0,205 Ringgit Malaysia pada Jumat (28/2/2014) pukul 10.35 WIB

Secara akumulatif, harga saham MAS anjlok 15,43% sepanjang pekan ini. Adapun jika dilihat pergerakannya sejak awal tahun ini (year to date), maka harga saham turun tajam 33,87%.

Tekanan harga saham ini terjadi sejak adanya pemberitaan hilangnya pesawat jet Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines dengan 239 penumpang pada Sabtu (8/3/2014).

Pencarian tersebut juga masih dilakukan hingga saat ini. Sebelumnya pihak berwajib Malaysia mengungkapkan bahwa penerbangan Malaysia Airlines MH370 kemungkinan besar jatuh ke Samudera Hindia Sabtu 8 Maret antara pukul 08.11 dan 09.15 pagi hari itu karena kehabisan bahan bakar atau avtur.

Pergerakan Harga Saham MAS

Tanggal

(Maret)

Haga Saham (RM)

%

28*

0,205

-2,38

27

0,21

-6,67

26

0,225

-2,17

25

0,23

-2,13

24

0,235 

-2,08 

21

0,24

+2,13 

20

0,235 

-2,08 

19

0,24 

+2,13 

18

0,235 

+2,17 

17

0,23 

-4,17 

14

0,24 

+2,13 

13

0,235 

-4,08 

12

0,245 

+2,08 

11

0,24 

10

0,24 

-4 

*Pukul 10.42 WIB

Sumber: Bloomberg

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia airlines malaysian airlines
Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top