Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Obligasi Pemerintah Seri FR0071 Paling Diburu

PT Danareksa Sekuritas mencatat obligasi pemerintah seri FR0071 sebagai obligasi dengan perdagangan teraktif saat ini.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 17 Maret 2014  |  10:30 WIB
Obligasi Pemerintah Seri FR0071 Paling Diburu
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Danareksa Sekuritas mencatat obligasi pemerintah seri FR0071 sebagai obligasi dengan perdagangan teraktif saat ini.

Berdasarkan data Debt Research Danareksa Sekuritas yang diterbitkan Senin (17/3/2014), obligasi pemerintah seri FR0071 mencatat volume transaksi Rp1,88 triliun pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (14/3/2014). Obligasi yang jatuh tempo pada 15 Maret 2029 itu memiliki yield 8,45%.

Adapun posisi selanjutnya ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0070 dengan volume perdagangan Rp938,8 miliar. Obligasi yang jatuh tempo pada 15 Maret 2024 itu memiliki yield 7,95%.

Selanjutnya, posisi ketiga obligasi pemerintah teraktif ditempati oleh seri FR0069 dengan volume transaksi sebanyak Rp856,2 miliar. Obligasi yang jatuh tempo pada 15 April 2019 itu memiliki yield 7,67%.

Pada akhir pekan lalu, volume transaksi obligasi pemerintah tercatata Rp8,71 triliun dengan obligasi jangka menengah yakni 5-15 tahun yang paling diburu investor.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Jumat (14/3/2014)

Seri Obligasi

Yield

(%)

Volume

(Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0071

8,45

1884,8

15 Maret 2029

FR0070

7,95

938,8

15 Maret 2024

FR0069

7,67

856,2

15 April 2019

SPN12140703

5,7

834,8

3 Juli 2014

ORI008

6,04

580

15 Oktober 2014

Sumber: Danareksa Sekuritas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah obligasi pemerintah ri
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top