Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adaro Produksi 52,3 Juta Ton Batu Bara pada 2013

Produksi batu bara PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) sepanjang tahun lalu tercatat mencapai 52,3 juta ton, naik 11% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 47,2 juta ton.
Vega Aulia Pradipta
Vega Aulia Pradipta - Bisnis.com 11 Maret 2014  |  13:06 WIB
Adaro Produksi 52,3 Juta Ton Batu Bara pada 2013
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Produksi batu bara PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) sepanjang tahun lalu tercatat mencapai 52,3 juta ton, naik 11% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 47,2 juta ton.

Garibaldi Thohir, Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy menyatakan angka produksi 52,3 juta ton itu masih di kisaran target perseroan yang dipatok sebesar 50—53 juta ton.

Seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (11/3/2014), dari sisi penjualan, Adaro berhasil menjual batu bara sepanjang 2013 sebanyak 53,5 juta ton, naik 10% dari 48,6 juta ton.

Sementara itu, pemindahan lapisan penutup tercatat mencapai 294,9 Mbcm (million bank cubic meters), turun 11% dari 331,5 Mbcm.

Adapun untuk tahun ini, Adaro memproyeksi produksi batu bara di kisaran 54—56 juta ton. Garibaldi Thohir percaya bahwa landasan fundamental industri batu bara akan tetap kokoh dengan dukungan peningkatan permintaan untuk energi.

Menurutnya, negara-negara ASEAN bersama dengan China dan India akan memegang peranan penting dalam permintaan energi karena basis populasi yang tinggi dan tingkat ketenagalistrikan yang saat ini masih rendah.

“Batu bara Indonesia akan tetap kompetitif karena produksi yang berbiaya rendah dan jarak yang dekat dengan tujuan ekspor utama,” ujarnya, Selasa (11/3/2014). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara pt adaro energy tbk adro
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top