Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Hang Seng Ditutup Melemah 0,8%

Bursa saham Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan Senin (24/2/2014). Hong Kong Hang Seng Index hari ini ditutup pada level 22.388,56 atau melemah 0,8%
Bunga Citra Arum Nursyifani
Bunga Citra Arum Nursyifani - Bisnis.com 24 Februari 2014  |  15:26 WIB
Pada Jumat (21/2/2014), Indeks Hang Seng sempat menguat 0,78%. Kamis (20/2/2014), Indeks itu ditutup melemah 1,19% ke level 22.394,08.  - bisnis.com
Pada Jumat (21/2/2014), Indeks Hang Seng sempat menguat 0,78%. Kamis (20/2/2014), Indeks itu ditutup melemah 1,19% ke level 22.394,08. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan Senin (24/2/2014).

Hong Kong Hang Seng Index hari ini ditutup pada level 22.388,56 atau melemah 0,8% dibandingkan dengan penutupan pada Jumat (21/2/2014) yang terhenti di level 22.568, 24. Sepanjang hari ini indeks bergerak di kisaran 22. 260,13 hingga 22.576,35.

Dari 50 saham yang ada, seperti yang ditampilkan Bloomberg, tercatat hanya 7 saham menguat, 41 saham melemah, dan 2 stagnan.

Saham PetroChina Co Ltd terkoreksi 2,96%, demikian juga dengan saham HSBC Holdings Plc yang turun 0,41%. Sedangkan saham Belle International Holdings Ltd justru menguat 6,02%, dan saham Sands China Ltd naik 0,59%.

Pada Jumat (21/2/2014), Indeks Hang Seng sempat menguat 0,78%. Kamis (20/2/2014), Indeks itu ditutup melemah 1,19% ke level 22.394,08. Pada Rabu (19/2/2014) Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,34%, Selasa (18/2/2014) indeks tersebut naik 51,78 poin atau 0,23%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa hong kong indeks hang seng
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top