Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Dalam Bahaya, Paket Kebijakan Dirilis Pekan Depan

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan pemerintah berupaya memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga Rp11.500 guna menstabilkan kegiatan industri.

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah sedang merumuskan formula insentif bagi eksportir untuk menyimpan dolar AS, guna memperkuat rupiah yang sempat menembus Rp12.000/US$.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan pemerintah berupaya memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga Rp11.500 guna menstabilkan kegiatan industri.

“Kalau terus bertengger pada angka Rp12.000, impor untuk bahan baku akan menyebabkan cost me ningkat,” kata Hidayat di sela-sela acara Diskusi Forum Menteri Perindustrian dengan Dunia Usaha dan Instansi Terkait di Bandung, Jumat (29/11/2013).

Oleh sebab itu, lanjut Hidayat, pemerintah tengah fokus mengeluarkan dua regulasi baru. Regulasi tersebut yakni Peraturan Menteri Keuangan tentang kenaikan PPh impor (untuk importir). Hal ini untuk mengurangi impor dan juga meningkatkan ekspor.

Selain itu, akan ada peraturan pemerintah berupa pemberian insentif agar pengusaha (eksportir) tidak mengalirkan dolarnya ke luar negeri lantaran dalam negeri membutuhkan dolar untuk menstabilkan rupiah.

Bagi para pengusaha yang mendapat keuntungan di sini, jangan di bawa ke luar, stay di sini dan nantinya akan diberi insentif.

“Soal PP nanti ya. Dalam seminggu ini kami fokus mengeluarkan regulasi. Jadi, paket kebijakan yang Agustus itu akan di umumkan sekalian minggu depan.”

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan sektor manufaktur akan terkena dampak yang cukup besar dengan terjadinya pelemahan rupiah. Hal ini karena impor yang masih cukup tinggi.

Menurutnya, kekhawatiran paling besar adalah sulitnya melakukan penjualan.


SELENGKAPNYA BACA: http://epaper.bisnis.com/index.php/ePreview#

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : News Editor
Editor : Yusran Yunus
Sumber : Bisnis Indonesia (30/11/2013)
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper