Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Jagung Anjlok, Dipicu Spekulasi AS Tingkatkan Produksi

Harga jagung turun ke posisi terendah sampai hari ke tujuh dalam tiga tahun akibat spekulasi pemerintah AS akan meningkatkan perkiraan produksinya untuk hasil panen domestik.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 07 November 2013  |  11:45 WIB
Harga Jagung Anjlok, Dipicu Spekulasi AS Tingkatkan Produksi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Harga jagung turun ke posisi terendah sampai hari ke tujuh dalam tiga tahun akibat spekulasi pemerintah AS akan meningkatkan perkiraan produksinya untuk hasil panen domestik.

Kontrak jagung untuk pengiriman Desember turun hingga 0,2% menjadi US$4,2025 per bushel di bursa Chicago Board of Trade yang sekaligus harga terendah untuk kontrak paling aktif sejak 25 Agustus 2010.

Kontrak jagung diperdagangkan US$4,205 pukul 11.10 waktu Singapura atau pukul 10.10 WIB. Penurunan selama tujuh hari itu menjadi yang terburuk sejak Juli.

Panen jagung anjlok 40% tahun ini setelah produksi dari AS sebagai negara penghasil jagung terbesar dunia, mulai pulih setelah ladang jagung di negara itu dilanda musim kering terburuk sejak 1930 pada tahun lalu.

Menurut hasil survei Bloomberg terhadap 36 analis, hasil panen akan mencapai rekor 14,029 miliar bushel atau 1,3% di atas prediksi Departemen Pertanian AS selama September dan 30% lebih tinggi dari 2012.

“Ekspektasi bahwa Departemen Pertanian AS akan melakukan revisi naik yang terukur atas estimasi panen jagung AS menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh pasar,” ujar Luke Mathews, seorang ahli strategi komoditas Commonwealth Bank of Australia sebagaimana dikutip Bloomberg, Kamis (7/11/2013).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jagung harga jagung harga komoditas pertanian jagung

Sumber : Bloomberg

Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top