Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga CPO Kembali Terkulai

Bisnis.com, JAKARTA - Harga komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) anjlok pascaspekulasi terkait siklus panen kelapa sawit Malaysia yang menyebabkan pasokan menumpuk.

Bisnis.com, JAKARTA - Harga komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) anjlok pascaspekulasi terkait siklus panen kelapa sawit Malaysia yang menyebabkan pasokan menumpuk.

Kontrak untuk pengiriman minyak kelapa sawit pada Oktober turun 0,7% menjadi 2.275 ringgit (US$711) per ton di Bursa Malaysia Derivatives dan tercatat berada di angka 2.290 ringgit pada 16:10 waktu Kuala Lumpur, Jumat (19/7/2013).

Pasar bursa berjangka untuk komoditas itu turun 0,5% minggu ini. Adapun kelapa sawit untuk pengiriman lokal pada  Agustus tercatat 2.340 ringgit, demikian tulis Bloomberg.

Hal tersebut sudah diperkirakan Analis PT Megagrowth Futures Wahyu Laksono saat harga minyak kelapa sawit atau CPO naik Selasa lalu (16/7/2013) 0,58% menjadi 2.241 ringgit per ton. Hal senada juga diungkapkan Analis RHB Investment Bank Bhd, Alvin Tai dan Hoe Lee Leng dalam laporannya kemarin.

“Dengan kondisi musim panen raya saat ini, kami yakin harga CPO (minyak kelapa sawit) akan tetap rendah,” kata Tai dan Hoe.

Namun, mereka memperkirakan kondisi ini tak akan sampai menyebabkan terjadinya oversupply yang dapat menghancurkan harga CPO. Hal ini merujuk pada periode yang sama tahun lalu, Juli-Oktober, saat panen kelapa sawit mencapai puncaknya.

Persediaan minyak nabati global diperkirakan meningkat pada 2013-2014 mulai 1 Oktober. Seperti dikutip dari Oil World, hal ini disebabkan produksi kelapa sawit merangkak naik.

Laporan Tai dan Hoe menyatakan produksi kelapa sawit Malaysia diperkirakan akan melebihi 19 juta ton tahun ini. Lebih besar dibandingkan dengan  produksi 2011 yang mencapai 18,9 juta ton. Sementara produksi minyak kedelai serta biji bunga matahari ikut melonjak.

Peneliti Oil World di Hamburg menyatakan produksi minyak kelapa sawit global bisa melonjak 4,4% menjadi 58,2 juta ton dengan suplai terbesar berasal dari Indonesia disusul oleh Malaysia. Catatan badan kelapa sawit Malaysia menyatakan pemesanan di Malaysia turun hingga 37% menjadi 1,65 juta ton pada Juni.

Sementara itu, komoditas minyak kedelai untuk pengiriman Desember sedikit bergeser menjadi 45,41 sen per pound di Chicago Board of Trade. Tercatat, harga kedelai naik 0,5% menjadi US$12,7175 per gantang.

Adapun Minyak sawit murni untuk pengiriman Januari turun 0,3% menjadi 5.626 yuan (US$916) per ton di Dalian Commodity Exchange sedangkan minyak kedelai turun 0,4% menjadi 7.242 yuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper