Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Obligasi Malaysia, Ringgit Jatuh Pekan Ini Akibat Spekulasi Inflasi

Bisnis.com, JAKARTA - Obligasi 10-tahun Malaysia melemah pekan ini, mendorong yield ke level tertinggi 2 tahun, seiring dengan ekonom yang memperkirakan data hari ini Jumat (19/20/2013) akan menunjukkan laju inflasi yang lebih cepat pada Juni.
Fatkhul-nonaktif
Fatkhul-nonaktif - Bisnis.com 19 Juli 2013  |  23:08 WIB
Obligasi Malaysia, Ringgit Jatuh Pekan Ini Akibat Spekulasi Inflasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Obligasi 10-tahun Malaysia melemah pekan ini, mendorong yield ke level tertinggi 2 tahun, seiring dengan ekonom yang memperkirakan data hari ini Jumat (19/20/2013) akan menunjukkan laju inflasi yang lebih cepat pada Juni.

Imbal hasil obligasi 3,48% jatuh tempo Maret 2023 naik 13 basis poin menjadi 3,83% pada pukul 17.30 di Kuala Lumpur, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Angka ini sebelumnya mencapai 3,85%, yang merupakan angka tertinggi untuk surat berharga acuan sejak Juli 2011. Harga konsumen naik 1,8%, kurang dari perkiraan median untuk peningkatan 1,9% dalam survei Bloomberg, tingkat yang sama seperti bulan sebelumnya. Angka tersebut masih yang tertinggi sejak April 2012.

Obligasi jatuh bersama dengan ringgit minggu ini, bersama – sama dengan adanya kekhawatiran terhadap Federal Reserve yang akan mengendalikan stimulus moneter, sehingga mendorong permintaan untuk aset emerging market.

Ben S. Bernanke mengatakan kemarin bahwa bank sentral bermaksud untuk menjaga kebijakan yang "sangat akomodatif untuk masa mendatang." Sebuah laporan kemarin juga menunjukkan klaim pengangguran di AS turun ke level terendah sejak awal Mei.

"Obligasi yang dijual karena perkiraan bahwa inflasi lokal akan terus meninggi," kata Kim Leng Ya, kepala ekonom RAM Holdings Bhd di Kuala Lumpur. "Membaiknya perekonomian AS juga tidak membantu."

Pemerintah menjual obligasi syariah yang jatuh tempo 2016 senilai 4 miliar ringgit (US$ 1,3 miliar) di lelang hari ini dengan imbal hasil 3,389%, di mana permintaan melebihi jumlah yang ditawarkan sebesar 2,9 kali, menurut data yang dipublikasikan di situs bank sentral.

Sementara itu, ringgit turun 0,5% menjadi 3,1923 per dolar minggu ini, dan menyentuh 3,2053 hari ini, tingkat terendah sejak Juli 9, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Sebelumnya, Asian Developmen Bank (ADB) memproyeksikan perekonomian Malaysia pada tahun ini akan bertumbuh 5,3%, dan bertumbuh sedikit lebih tinggi pada 2014 menjadi 5,5% karena dorongan ekonomi global yang membaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi obligasi malaysia ringgit
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top