Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Acset Indonusa Incar Proyek Konstruksi di Myanmar

BISNIS.COM, JAKARTA—PT Acset Indonusa Tbk (ACST) serius ekspansi ke Myanmar dengan membentuk perusahaan patungan bersama mitra lokal untuk menggarap proyek konstruksi di negara itu.
Vega Aulia Pradipta
Vega Aulia Pradipta - Bisnis.com 24 Juni 2013  |  14:51 WIB
Acset Indonusa Incar Proyek Konstruksi di Myanmar
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—PT Acset Indonusa Tbk (ACST) serius ekspansi ke Myanmar dengan membentuk perusahaan patungan bersama mitra lokal untuk menggarap proyek konstruksi di negara itu.

Managing Director Acset Indonusa Hilarius Arwandhi mengatakan Myanmar sedang gencar membangun dan baru mulai berbenah. Menurutnya, di negara itu banyak proyek yang bisa digarap, seperti apartemen, perkantoran, dan proyek infrastruktur lainnya.

“Kami memang rencana ke Myanmar, tetapi mereka itu negara yang masih belajar, negara baru merdeka. Kami sudah buka perusahaan di sana bekerja sama dengan local partner, kami mayoritas di sana di atas 50%,” ujarnya ketika ditemui di sela-sela acara pencatatan perdana saham Acset di Gedung BEI, Senin (24/6/2013).

Hilarius mengatakan kerja sama dengan pihak lokal diperlukan untuk memahami aturan-aturan yang berlaku di sana. Namun, saat menggarap proyeknya nanti, transfer pengetahuannya tetap dari Acset. Namun, dia enggan merinci proyek yang sudah didapat perseroan dan nilainya.

“Proyeknya sudah ada, tinggal kesiapan saja. Kami sudah mau kirim alat-alat ke Myanmar, kami harap setelah Lebaran bisa mulai menggarap proyeknya,” ujarnya.

Sementara itu, untuk di dalam negeri, perseroan sedang mengincar 5—6 proyek konstruksi lagi yang kebanyakkan lokasinya berada di wilayah Jabodetabek. Nilai seluruhnya bisa mencapai Rp500 miliar. Sayangnya dia enggan merinci proyeknya apa saja yang digarap.

Yang jelas, beberapa proyek baru yang berhasil diperoleh perseroan di antaranya adalah proyek District 8 @Senopati senilai Rp800 miliar, proyek Thamrin 9 dengan nilai di atas Rp250 miliar, dan proyek Pabrik Nobel Karpet di kawasan Deltamas, Cikarang senilai Rp130 miliar.

“Proyek Thamrin 9 itu kedalamannya 87 meter, akan menjadi yang paling dalam di Jakarta. Dengan proyek-proyek ini target pendapatan tahun ini bisa tembus Rp1 triliun,” tambahnya.

Beberapa proyek di dalam negeri yang sudah dikerjakan oleh Acset adalah proyek Pacific Place, proyek Gandaria City, dan proyek Kota Kasablanka. Saat ini perseroan sedang mengerjakan proyek Setiabudi Sky Garden yang diperkirakan selesai tahun depan.

“Beberapa proyek yang tahun ini akan jadi itu ada British Embassy, Pakubuwono Signature, dan Plaza Cikampek,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konstruksi ekspansi myanmar acset indonusa tbk
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top