Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IPO SPINDO: Manajemen Harapkan Terlaksana Pada Kuartal I/2013

JAKARTA--Manajemen PT Steel Pipe Of Industri Indonesia (Spindo), perusahaan yang bergerak di industri baja, berharap rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) bisa terlaksana pada kuartal pertama tahun depan, setelah tertunda
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 26 Desember 2012  |  18:48 WIB

JAKARTA--Manajemen PT Steel Pipe Of Industri Indonesia (Spindo), perusahaan yang bergerak di industri baja, berharap rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) bisa terlaksana pada kuartal pertama tahun depan, setelah tertunda pada tahun ini. 

Direktur Utama Spindo Ibnu Susanto mengatakan langkah IPO merupakan salah satu cara untuk membesarkan perseroan. "Kami memang dari dulu mau Spindo IPO karena ada cita-cita banyak. Jadi orang bicara kalau punya perusahaan mau maju musti ke sana [IPO]," katanya kepada Bisnis, Selasa (18/12). 

Berdasarkan catatan Bisnis, perusahaan yang terafiliasi dengan PT Saranacentral Bajatama Tbk itu akan melepas sekitar 30%-40% saham ke publik pada Oktober 2012. Dana hasil IPO rencananya akan digunakan untuk investasi dan modal kerja. 

Perseroan pun telah menunjuk PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas (AAA Securities) sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) untuk aksi korporasinya. 

Direktur Utama AAA Securities Andri Rukhminto mengatakan penundaan pelaksanaan IPO pada Oktober tahun ini lebih disebabkan oleh adanya perjanjian dengan beberapa pihak. 

Selain itu, sambungnya, faktor pasar saham baik domestik maupun regional yang kurang bagus juga menjadi penyebab ditundanya pelaksanaan IPO Spindo. "Sekarang persiapan terus berjalan. Sebentar lagi mau masukin dokumen ke Bursa," katanya. 

Selain dipasarkan di dalam negeri, tambah Andri, pihaknya akan menggelar roadshow ke beberapa negara untuk menawarkan saham Spindo kepada pemodal asing. 

Pada tahun ini, produsen pipa baja itu menargetkan pertumbuhan pendapatan hampir 50% menjadi Rp3 triliun-Rp4 triliun dari perolehan tahun lalu sekitar Rp2 triliun. Target tersebut, menurut Ibnu, didasarkan pertimbangan potensi dan permintaan pasar yang masih besar."Permintaan domestik untuk produk baja masih sangat tinggi. Perusahaan di luar saja berlomba-lomba masuk ke Indonesia karena melihat demand pasar yang tinggi. Kami targetkan pendapatan bisa naik sekitar 50%," jelas pria yang juga menjabat sebagai Komisaris di Saranacentral Bajatama itu. (if) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top