Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA EMAS: Dolar Menguat Tekan emas

Budi Prakarsa
Budi Prakarsa - Bisnis.com 17 Desember 2012  |  13:44 WIB
SINGAPURA: Harga emas Senin (17/12) turun untuk hari ketiga dipicu menguatnya dolar sehingga menurunkan permintaan emas sebagai investasi alternatif, berlawanan dengan rekor kepemilikan investor di bursa. 
 
Harga spot emas turun 0,4% menjadi US$1.689,15 per ounce, sebelumnya diperdagangkan di US$1.691,95 pada pukul 10:20 di Singapura. Harga logam mulia jatuh ke level terendah dalam satu bulan US$1.684,77 per ounce pada 7 Desember.
 
Di sisi lain, dolar AS menguat 0,1% terhadap sekumpulan enam mata uang utama termasuk yen setelah kemenangan Shinzo Abe dalam pemilihan umum di Jepang meningkat spekulasi bank sentral akan menambah stimulus. 
 
Harga emas naik 8,2% tahun ini karena bank sentral AS, China, dan Eropa mengambil tindakan untuk menopang ekonomi, merendahkan mata uang  sehingga meningkatkan permintaan haven asset. Di sisi lain, Abe menyerukan pelonggaran terbatas guna menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi Jepang.
 
"Berita tentang potensi stimulus mengalami dampak kecil pada pasar di saat perdagangan akhir tahun," kata Xiang Nan, Analis CITICS Futures Co. 
 
Menurutnya saat ini permintaan investasi memang baik, namun kebutuhan pasar membeli secara fisik akan bergerak lebih tinggi.
 
Kepemilikan di ETPS, 12% lebih tinggi tahun ini, meluas ke 2,6 juta metrik ton pada 14 Desember, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Di pasar fisik, sepanjang bulan ini, Mint AS telah menjual 35.500 ons koin emas  Desember, berdasarkan keterangan di website Mint. 
 
Pada kondisi tersebut, total penjualan untuk November akan naik 8,4% dari tahun sebelumnya menjadi 71.000 ons, dibandingkan dengan 136.500 ons pada November.
 
Harga emas pengiriman Februari tergelincir 0,2% menjadi US$1.693,60 per ounce di Comex di New York. Sementara pengelola uang menaikkan posisi beli bersih pada emas berjangka dan opsi sebesar 3% menjadi 129.865 kontrak pada pekan yang berakhir 11 Desember, menurut data Commodity Futures Trading Commission AS.
 
Harga tunai perak naik 0,3% menjadi US$32,38 per ounce, naik 16% tahun ini. Logam mulia yang memiliki kinerja terbaik tahun ini turun menjadi US$32,185 pada 14 Desember, level terendah sejak 16 November.
 
Adapun harga spot platinum turun 0,5% menjadi US$1.608,75 per ounce. Harga palladium sedikit berubah ke US$702,50 per ounce.(Bloomberg/15/faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top