BELANJA MODAL: Benakat Petroleum Anggarkan US$30 Juta Untuk 20 Sumur

JAKARTA: PT Benakat Petroleum Energy Tbk mengalokasikan anggaran belanja modal tahun depan senilai US$30 juta untuk pengeboran sumur di anak usahanya.Corporate Secretary Benakat Petroleum Dina Rohali mengatakan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex)
Nurul Hidayat | 14 Desember 2012 20:42 WIB

JAKARTA: PT Benakat Petroleum Energy Tbk mengalokasikan anggaran belanja modal tahun depan senilai US$30 juta untuk pengeboran sumur di anak usahanya.Corporate Secretary Benakat Petroleum Dina Rohali mengatakan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) itu seluruhnya bersumber dari kas internal."Kami akan melakukan pengeboran 20 sumur dengan biaya masing-masing US$1,5 juta. Jadi totalnya US$30 juta," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (14/12/2012).Dia menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk pengeboran lima sumur dangkal dan 15 sumur dalam oleh anak perseroan yaitu PT Benakat Barat Petroleum. Selain itu, perseroan akan melakukan kegiatan Study Enhanced Oil Recovery.Dengan adanya sumur baru, emiten berkode BIPI itu berharap dapat mencapai target produksi hingga 2.500 bopd (barel minyak per hari)."Target produksi kami tahun depan antara 2.000 hingga 2.500 bopd," katanya.Hingga November 2012, Benakat Barat Petroleum mencatat produksi rata-rata sebesar 1.861 bopd.Anak usahanya yang lain, PT Benakat Patina mencatat rata-rata produksi sebanyak 100 bopd dari dua sumur yang sudah ada. Patina juga mengharap kenaikan dari sumur baru yang pengeborannya dimulai 18 November.Selain aset migas tersebut, emiten ini juga memiliki investasi di PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) dan Benakat Mining.Perseroan juga baru mendapat persetujuan pemegang saham untuk mengakuisisi PT Astrindo Mahakarya Indonesia senilai US$600 juta.Dengan unit bisnis di Kalimantan dan Sumatera, Astrindo memiliki kapasitas pengelolaan produksi batu bara dengan over land conveyor lebih dari 70 juta ton per tahun.Selain itu, keputusan akuisisi terhadap Astrindo juga membuat Benakat memiliki penyertaan pada aset infrastruktur tambang batu bara terintegrasi berupa pelabuhan batubara dengan total kapasitas 48 juta ton per tahun. Perusahaan target akuisisi ini juga memiliki saham aset infrastruktur PT Nusa Tambang Pratama (NTP). NTP tengah dikembangkan untuk melayani rencana ekspansi pertambangan batu bara terafiliasi Grup Bakrie, yaitu KPC dan Arutmin.KPC dan Arutmim memerlukan peningkatan infrastruktur untuk mengurangi berbagai biaya produksi turut memfasilitasi peningkatan hingga 200 juta ton batu bara per tahun.Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini BIPI telah mencatat pendapatan Rp273 miliar, naik dari Rp253 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu.Laba bersih sepanjang Januari-September mencapai Rp22 miliar, melonjak dibandingkan Rp4 miliar pada periode sama 2011.Total Aset per September 2012 mencapai Rp4,40 triliun, naik 9% dibandingkan Rp4,02 triliun pada setahun sebelumnya. (bas)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aang Ananda Suherman

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup