Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RAJAWALI NUSANTARA alokasikan Rp1,25 triliun untuk perluasan lahan karet & sawit

JAKARTA: PT Rajawali Nusantara Indonesia  mengalokasikan belanja modal Rp1,25 triliun untuk menambah luas lahan perkebunan sawit dan karet sebesar 60.000 hektar menjadi 100.000 hektar.
- Bisnis.com 17 Mei 2012  |  11:26 WIB

JAKARTA: PT Rajawali Nusantara Indonesia  mengalokasikan belanja modal Rp1,25 triliun untuk menambah luas lahan perkebunan sawit dan karet sebesar 60.000 hektar menjadi 100.000 hektar.

 

Ismed Hasan Putro, Direktur PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), menjelaskan perluasan lahan akan dilakukan bertahap per 10.000 hektar di wilayah Sumatera Selatan hingga 2014.

 

“Total investasi untuk perluasan lahan menjadi 100.000 hektar itu kami perkirakan Rp1,25 triliun. Itu hanya untuk perluasan lahan sawit dan karet,” jelasnya  Rabu 16 Mei 2012.

 

Sumber pendanaannya, ujar Ismed, sekitar 80% diupayakan melalui kredit perbankan, sedangkan sisanya 20% menggunakan dana internal RNI.

 

“Dalam konteks ini saya selalu menekankan sinergi BUMN. Kalau sekarang ini sudah dengan BRI dan BNI. Tapi bisa jadi konsorsium karena ada juga bank swasta yang mau masuk dengan bunga yang lebih kompetitif,” tuturnya.

 

Menurutnya, proses pembukaan lahan, pembibitan, pemupukan, hingga panen membutuhkan waktu sekitar enam tahun. Karenanya proses produksi atau pengolahan baru bisa dilakukan setelahnya.

 

“Setiap [penambahan] 9000 hektar, kami akan butuh pabrik baru. Jadi kalau kami mengembangkan 60.000 hektar, maka butuh setidaknya enam pabrik lagi, yang pembangunannya pada tahun keempat atau kelima menjelang produksi,” katanya.

 

Tidak hanya itu, lanjut Ismed, RNI juga berencana melebarkan saya usaha ke bisnis property. Langkah awalnya adalah dengan mengalih-fungsi kantor pusat RNI di wilayah Mega Kuningan, Jakarta, tidak hanya sebagai gedung perkantoran, tetapi juga akan ada hotel dan apartemen.

 

“Untuk sementara kami akan pindah ke Cirebon. Kajian sedang berjalan dan nantinya kami akan bersinergi dengan Waskita Karya untuk membangun kantor ini,” paparnya.

 

RNI merupakan perusahaan pemerintah yang bergerak di bidang agro industri, farmasi dan alat kesehatan, serta perdagangan dan distribusi.

 

Selain industri sawit, di sektor usaha agri industri RNI juga memiliki anak-anak usaha yang mengelola 10 pabrik gula dan lahan perkebunan tebu seluas 58.130 hektar, dengan target produksi tebu sebesar 83 ton per hektar.

 

Ismed Hasan Putro menambahkan ketersediaan pupuk menjadi sangat penting bagi kelangsungan usahanya, terutama untuk peningkatan produktivitas tanaman.

 

Karenanya untuk menjamin pasokan pupuk di lahan perkebunan RNI Grup, PT. PG Rajawali II menandatangani nota kesepahaman dengan distributor pupuk PT. Mega Eltra untuk saling bersinergi.

 

“Dengan luas areal hak guna usaha di PG Rajawali II seluas 12.000 hektar, dengan asumsi penggunaan pupuk 4 ton per hektar, maka ada kebutuhan pupuk sebesar 48.000 ton atau setara dengan Rp30 miliar,” jelasnya.

 

PT. PG Rajawali II merupakan anak usaha RNI yang mengelola lima pabrik gula dan lahan perkebunan tebu seluas 12.000 hektar di Jawa Barat.

 

Sementara PT. Mega Eltra merupakan anak usahaPT. Pusri (Persero) yang bertindak sebagai distributor pupuk.

 

“Langkah ini juga untuk mengurangi kerepotan saya menghadapi banyaknya permintaan dari para petinggi, lingkungan sosial, dan lingkungan pergaulan yang minta jatah untuk bisa memasok pupuk,” tegasnya.

 

Direktur Utama PT. Mega Eltra Fauzi Yusuf mengatakan pihaknya menyediakan fasilitas kredit dengan jangka waktu pembayaran minimal enam bulan dan maksimal dua tahun.

 

Mega Eltra juga membuka opsi pembayaran secara barter dengan gula hasil produksi RNI, untuk kemudian bisa diperdagangkan kembali olehnya.

 

“Ini sebuah langkah maju bagi pergulaan nasional utnuk mengurangi ketergantungan terhadap impor,” kata Fauzi. (sut)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top