KURS TUKAR: Pernyataan Bernanke tekan dolar AS

SYDNEY: Nilai tukar dolar tetap rendah terhadap mitra utamanya sebelum keluarnya data pertumbuhan ekonomi AS kuatal I/2012 yang diprediksi melambat, memicu spekulasi Federal Reserve akan mempertimbangkan stimulus tambahan.
News Editor | 26 April 2012 07:22 WIB

SYDNEY: Nilai tukar dolar tetap rendah terhadap mitra utamanya sebelum keluarnya data pertumbuhan ekonomi AS kuatal I/2012 yang diprediksi melambat, memicu spekulasi Federal Reserve akan mempertimbangkan stimulus tambahan.

 

Euro diperdagangkan 0,1% dari level tertinggi 3 pekan di tengah prospek saham Asia hari ini akan memperpanjang keuntungan ekuitas global.

 

Hal tersebut terjadi setelah Ketua Federal Reserve Ben S. Bernanke mengatakan siap untuk berbuat lebih guna memacu perekonomian. Akibatnya, permintaan atas aset berimbal hasil tinggi meningkat.

 

Di sisi lain, permintaan yen terbatas di tengah spekulasi Bank of Japan akan menambah langkah-langkah stimulus pada pertemuan besok.

 

"Tentu saja, tren yang mendasari dalam dolar adalah perlambatan," kata Andrew Salter, analis valuta asing Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Sydney.

 

"Pernyataan Bernanke itu dianggap dovish oleh pasar," katanya. Dovish berarti kecenderungan untuk menurunkan suku bunga, lawan dari hawkish.

 

Dolar diperdagangkan pada US$1,3224 per euro pukul 8.05 di Tokyo dari US$1,3217 kemarin di New York saat menyentuh US$1,3237, terlemah sejak 4 April.

 

Mata uang AS sedikit berubah pada 81,33 yen. Adapun, yen diperdagangkan pada 107,53 per euro dari 107,51, setelah meluncur 0,2% kemarin.

 

Indeks 500 Standard & Poor saham AS naik 1,4% kemarin, sedangkan Indeks MSCI World naik 1,1%. (Bloomberg/Mtb/Bsi)

 

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Berita Utama Bisnis Indonesia Hari Ini

Dolar AS merosot

HEADLINES MEDIA Hari ini

SINGAPORE Allows Indonesian BANK Expansion

BCA Closes Units in MALAYSIA

BAKRIE Seeks US$100 Million Loan

SKANDAL DPR, lagi-lagi

Kecelakaan Maut di TOL LENTENG AGUNG

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top