BAKRIE & BROTHERS bantah terima notifikasi gagal bayar utang dari Credit Suisse

JAKARTA: Manajemen PT Bakrie & Brothers Tbk membantah menerima notifikasi gagal bayar atas pinjaman US$473 juta dari Credit Suisse AG Cabang Singapura sebagaimana diberitakan sejumlah media.Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bakrie & Brothers
Hery Trianto | 26 April 2012 19:20 WIB

JAKARTA: Manajemen PT Bakrie & Brothers Tbk membantah menerima notifikasi gagal bayar atas pinjaman US$473 juta dari Credit Suisse AG Cabang Singapura sebagaimana diberitakan sejumlah media.Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bakrie & Brothers (BNBR) RA Sri Dharmayanti mengatakan Credit Suisse AG cabang Singapura dan peserta sindikasi lainnya memberikan pinjaman senilai US$437 juta kepada BNBR dan Long Haul Holdings Ltd dengan porsi BNBR sebesar US$193,9 juta dari total pinjaman tersebut.Adapun tenor pinjaman tersebut 1 tahun dengan bunga LIBOR +6% dan menggunakan saham BNBR dan Long Haul di Bumi Plc sebagai jaminan pinjaman.BNBR, Long Haul bersama dengan PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk memiliki 47,6% saham di Bumi Plc. “Secara substansi pemberitaan tersebut tidak benar. Consolidated net debt to equity tidak boleh melebihi 2,3 kali, larangan untuk memberikan secondary charge atas saham jaminan. Kami tidak menerima notifikasi default dari kreditur kami terkait dengan fasilitas tersebut,” katanya melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, malam ini.Dia juga menegaskan penurunan harga saham Bumi Plc di Bursa Efek London lebih disebabkan oleh koreksi pasar atau teknikal bukan fundamental.Bakrie & Brothers sebelumnya dikabarkan terkena kewajiban tenggat mencari dana senilai US$100 juta sampai dengan akhir pekan ini guna meningkatkan agunan pinjaman US$437 juta. Hal itu lantaran saham Bumi Plc yang dijadikan agunan nilainya terus menurun sebulan terakhir. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top