EMISI OBLIGASI: Bank Victoria tunjuk dua underwriter

JAKARTA: PT Bank Victoria International Tbk telah menunjuk penjamin pelaksana emisi dalam penerbitan obligasi senior dan subordinasi senilai Rp500 miliar yang akan terbit pada akhir Juni 2012.Andrew Haswin, Pjs Direktur Utama Bank Victoria, mengatakan
Sutan Eries Adlin | 24 April 2012 17:51 WIB

JAKARTA: PT Bank Victoria International Tbk telah menunjuk penjamin pelaksana emisi dalam penerbitan obligasi senior dan subordinasi senilai Rp500 miliar yang akan terbit pada akhir Juni 2012.Andrew Haswin, Pjs Direktur Utama Bank Victoria, mengatakan penjamin pelaksana emisi (underwriter) yang telah ditunjuk adalah PT Andalan Artha Advisindo Sekutitas (AAA Sekuritas) dan PT Victoria Securities Indonesia.“Kedua perusahaan sekuritas itu memberikan penawaran yang terbaik dalam proses beauty contest underwiter yang kami lakukan sebelumnya,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini Selasa 24 April 2012.Saat ini, lanjutnya, proses emisi obligasi dan subdebt tersebut dalam tahap pra efektif untuk mendapatkan izin dari Bapepam LK. Perseroan juga telah menunjuk PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk proses pemeringkat kedua surat utang tersebut.“Porsi masing-masing untuk obligasi senior dan subdebt belum ditentukan namun jumlah total keduanya Rp500 miliar. Selain itu peringkat untuk obligasi tersebut juga belum terbit. Mungkin 1—2 minggu ini akan keluar,” ujarnya.Lebih rinci, dia menjelaskan, hasil dari obligasi senior akan digunakan untuk mendukung penyaluran kredit modal kerja. Secara keseluruhan perseroan menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 15%--20% dari posisi akhir 2011 sebesar Rp5,6 triliun.Adapun hasil emisi subdebt akan digunakan untuk mendongkrak capital adequacy ratio (CAR) menjadi 17%--18% dibandingkan dengan saat ini sekitar 15,6%.Sesuai ketentuan dari BI hasil dari subdebt dapat diperhitungkan sebagai model pelengkap bawah (lower tier II). “Kami punya kebijakan untuk menjaga CAR 1,5% di atas ketentuan minimum Bank Indonesia [BI], yakni 8%,” ujarnya.Perseroan menggunakan laporan keuangan audited Desember 2011 guna proses emisi surat utang tersebut. Menurut ketentuan, emisi obigasi bisa dilaksanakan maksimal 6 bulan sejak tanggal laporan keuangan yang digunakan.“Kami harapkan mendapat pernyataan efektif pada pertengahan Juni, sehaingga pada akhir bulan yang sama obligasi dan subdebt tersebut bisa diterbitkan,” katanya.Bank yang berdiri pada 1992 ini baru saja melunasi pokok dan bunga surat utang dengan nilai Rp412,5 miliar yang terbit pada 2007 dan jatuh tempo pada 21 Maret lalu. Perseroan menggunakan kas internal untuk melunasi surat utang tersebut. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top