KURS MATA UANG: Dolar naik 0,1% terhadap yen

TOKYO: Nilai tukar dolar naik terhadap sebagian besar mitra utamanya di tengah spekulasi laporan data yang menunjukkan sinyal pertumbuhan ekonomi AS, meredam kasak-kusuk pelonggaran moneter.
News Editor | 23 April 2012 08:30 WIB

TOKYO: Nilai tukar dolar naik terhadap sebagian besar mitra utamanya di tengah spekulasi laporan data yang menunjukkan sinyal pertumbuhan ekonomi AS, meredam kasak-kusuk pelonggaran moneter.

 
Mata uang AS 0,2% dari level tertinggi dalam lebih dari seminggu terhadap yen sebelum data dan diperkirakan menunjukkan kepercayaan konsumen di dekat level terkuat dalam 1 tahun dan penjualan rumah baru naik.
 
Adapun, kerugian pada euro terbatas setelah ada komitmen lebih dari US$430 miliar dana baru Dana Moneter Internasional guna membantu melindungi perekonomian dunia dari krisis utang Eropa.
 
"Kemungkinan pelonggaran The Fed akan tetap ada, tetapi saya pikir kemungkinan hal itu akan berkurang," kata analis bank terbesar di negara itu Commonwealth Bank of Australia Joseph Capurso, hari ini, Senin, 23 April 2012.
 
Dolar naik 0,1% menjadi 81,62 yen pukul 08.33 di Tokyo, dari penutupan New York pada 20 April ketika menyentuh 81,78, terkuat sejak 10 April. Dolar berada pada 1,3198 per euro dari $ 1,3219. Euro sedikit berubah pada 107,72 yen.
 
Penguatan dolar sejalan dengan survei Bloomberg bahwa indeks kepercayaan AS, The Conference Board, diprediksi ke 69,8 pada April, dibandingkan dengan 70,2 pada Maret. 
 
Jejak pendapat terpisah menunjukkan Departemen Perdagangan kemungkinan menunjukkan bahwa pembelian rumah baru naik 1,6% pada Maret. Laporan resmi keluar besok.
 
Sementara itu, The Fed akan merilis pernyataan kebijakan moneter bersama dengan proyeksi atas pertumbuhan, pengangguran dan inflasi pada 25 April. 
 
Semua dari 76 ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi bank sentral akan menjaga suku bunga acuan di kisaran nol hingga 0,25% pada pertemuan tersebut. (Bloomberg/mtb/spr)
 
 

 

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Kahfi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top