HARGA MINYAK: Stok diduga naik, minyak rebound ke US$102,14

MELBOURNE: Harga minyak rebound dari posisi terendahnya dalam 7 minggu di New York karena investor bertaruh bahwa permintaan bahan bakar dapat meningkatkan di tengah sinyal penguatan ekonomi AS, pengguna minyak mentah terbesar di dunia.Minyak untuk pengiriman
News Editor | 05 April 2012 09:23 WIB

MELBOURNE: Harga minyak rebound dari posisi terendahnya dalam 7 minggu di New York karena investor bertaruh bahwa permintaan bahan bakar dapat meningkatkan di tengah sinyal penguatan ekonomi AS, pengguna minyak mentah terbesar di dunia.Minyak untuk pengiriman Mei naik 67 sen, atai 0,7% menjadi US$102,14 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada pada US$102,03 pukul 10.04 waktu Sydney, Kamis 5 April 2012.Harga kontrak tersebut kemarin turun 2,4% menjadi US$101,47, penutupan terendah sejak 14 Februari. Harga turun 1% minggu ini, menuju penurunan mingguan keempat.Adapun, harga minyak brent untuk penyerahan Mei menguat 17 sen atau 0,1% menjadi US$122,51 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.Premium acuan kontrak Eropa terhadap West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York meluncur 40 sen menjadi US$20,47 pada penutupan kemarin, terbesar sejak 21 Oktober.Sementara itu, laporan Departemen Energi menunjukkan stok minyak mentah AS meningkat 9,01 juta barel pekan lalu menjadi 362,4 juta barel.Di sisi lain, survei Bloomberg menunjukkan aplikasi untuk manfaat pengangguran awal diperkirakan turun 4.000 ke 355.000 minggu lalu.Analis juga memprediksi data nonfarm payrolls naik pada Maret untuk bulan keempat berturut-turut. (Bloomberg/Mtb)

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top