Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RUMOR: Sampoerna & Bakrie akan gabungkan Esia & Ceria

 
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 14 Maret 2012  |  15:01 WIB
Bagikan

 

JAKARTA: Grup Sampoerna Strategic dikabarkan akan bekerja sama dengan Grup Bakrie dalam penyediaan jasa telekomunikasi CDMA (code division multiple access) , sehingga mengawinkan merk Esia-Ceria.
 
Kerja sama itu dikabarkan akan dilakukan dengan penandatanganan perjanjian kesiapan PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia sebagai pembeli siaga saham baru PT Bakrie Telecom Tbk senilai US$100 juta hari ini.
 
"Besok akan dimumkan penandatanganannya," ujar seorang broker sebuah sekuritas kepada pers semalam, 13 Maret 2012. Kabar itu disusul dengan adanya undangan acara emiten sore ini. 
 
Sebelumnya dikabarkan Bakrie Telecom akan melakukan penerbitan saham baru dengan mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD/non-preemptive rights). 
 
Pada awal Februari, Grup Sampoerna dikabarkan akan menjadi pembeli siaga saham baru Bakrie Telecom bersama dengan SK Telecom asal Korsel. Namun, kabar tersebut dibantah SK Telecom di beberapa media.
 
Dana penerbitan saham baru tersebut akan digunakan untuk melunasi beban obligasi I/2007 Bakrie Telecom senilai Rp650 miliar yang akan jatuh tempo pada September tahun ini.
 
Pelunasan beban keuangan tersebut belum pasti karena kondisi kas perusahaan yang belum cukup, sehingga peringkat perusahaan yang dipimpin Anindya Novyan Bakrie tersebut diturunkan oleh tiga pemeringkat.
 
Pada awal Februari, PT Fitch Ratings Indonesia memangkas peringkat jangka panjang kredit denominasi asing dan rupiah Bakrie Telecom ke CCC dari B, dan menyoroti persoalan kovenan (syarat perjanjian emisi obligasi) yang terancam terlanggar.
 
Standard & Poors (S&P) juga memangkas peringkat emiten menjadi CCC+ dari sebelumnya B pada 9 Februari dengan alasan kas yang diperkirakan tak cukup untuk pelunasan obligasi.
 
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) juga menurunkan peringkat emiten berkode saham BTEL dan obligasinya menjadi BBB- dari BBB+, serta menempatkan peringkat perusahaan pada credit watch dengan implikasi negatif.
 
Berdasarkan informasi di situs Ceria, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia merupakan provider jasa telekomunikasi dengan izin operasi di spektrum 450-45,5 MHz dan 460-467,5 MHz. 
 
Izin itu mencakup layanan telekomunikasi dan layanan data dan akses multimedia dengan bekerja sama dengan penyedia jasa multimedia lain.
 
Salah satu anggota Grup Sampoerna Strategic pimpinan Michael Sampoerna itu mulai meluncurkan jasa telekomunikasi berkualitas tinggi dan terjangkau dengan nama Ceria pada 2006 silam.
 
Saham Bakrie Telecom sudah menguat 5 poin atau 2,08% ke Rp245 siang ini dan membentuk kapitalisasi pasarnya Rp6,97 triliun. (sut)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top