Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Volume penjualan United Tractors melesat 51%

BANDUNG: PT United Tractors Tbk mencatat penjualan alat berat hingga Oktober tahun ini mencapai 7.094 unit atau tumbuh 51,22% dari penjualan periode yang sama tahun lalu sebesar 4.691 unit.Direktur Keuangan United Tractors Gidion Hasan menuturkan pencapaian
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 November 2011  |  18:20 WIB

BANDUNG: PT United Tractors Tbk mencatat penjualan alat berat hingga Oktober tahun ini mencapai 7.094 unit atau tumbuh 51,22% dari penjualan periode yang sama tahun lalu sebesar 4.691 unit.Direktur Keuangan United Tractors Gidion Hasan menuturkan pencapaian tersebut kurang lebih telah memenuhi 83% dari target penjualan alat berat hingga akhir tahun sebesar 8.200 unit-8.500 unit.“Alat berat untuk industri pertambangan masih mendominasi penjualan hingga lebih dari 50%,” ujarnya dalam acara Workshop Wartawan Pasar Modal 2011 di Bandung kemarin.Gidion menjelaskan untuk 2012, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan alat berat perseroan sebesar 20% menjadi sekitar 9.840 unit-10.200 unit. Dia optmistis target tersebut dapat terpenuhi, mengingat industri pertambangan masih mengalami peningkatan.Untuk belanja modal (capital expenditure/ capex), menurut dia perseroan telah menggunakan sebesar Rp4,6 triliun hingga Oktober atau sekitar 92% dari alokasi capex sepanjang tahun ini yang mencapai Rp5 triliun.“Untuk tahun depan, kami perkirakan belanja modal kurang lebih sama, sebesar Rp5 triliun, karena kebutuhannya masih sekitar pembelian dan perawatan alat berat,” paparnya.Gideon menjelaskan alokasi capex sebesar Rp5 triliun tersebut belum termasuk kebutuhan untuk akuisisi tambang baru perseroan. Saat ini, tuturnya perseroan tengah membidik dua tambang batu bara di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.Menurut dia, saat ini perseroan telah memasuki tahap uji tuntas (due dilligence) dengan kedua perusahaan tersebut. Proses akuisisi, ujarnya diharapkan tuntas dalam jangka waktu tiga bulan hingga empat bulan ke depan.Meskipun masih enggan menyebutkan identitas berikut jumlah kalori tambang yang diincar, dia mengungkapkan cadangan batu bara tambang yang dibidik perusahaan adalah sekitar 30 juta ton.“Kami masih belum bisa disclose secara rinci mengenai tambang yang ingin kami akuisisi, tetapi kami pastikan cadangan yang menjadi target adalah minimum sebesar 30 juta ton,” jelasnya.Hingga Oktober, United Tractors tercatat memiliki delapan tambang batu bara melalui anak usahanya PT Pamapersada Nusantara dan PT Tuah Turangga Agung dengan total produksi 3,21 juta ton dan cadangan batu bara 254 juta ton-369 juta ton.Dari delapan tambang tersebut, baru dua diantaranya yang berproduksi pada tahun ini, yakni PT Prima Multi Mineral, yang merupakan anak usaha Pamapersada dan Tuah Turangga. Masing-masing menghasilkan batu bara dengan kalori 6.700 kkal dan 6.300 kkal.Perusahaan penambangan lain yang belum berproduksi adalah PT Agung Bara Prima (ABP), dengan total cadangan 9,3 juta ton dan cadangan kalori 6.300 kkal, serta PT Bukit Enim Energi dengan cadangan 110 juta ton dan PT Asmin Bara Bronang.Dua perusahaan pertambangan lain, yang sedang memasuki tahap penyelesaian pembelian oleh perseroan, yakni PT Duta Sejahtera dan PT Duta Nurcahya. Perusahaan baru ini merupakan milik Tuah Turangga, melalui pembelian 60% dari pemilik sebelumnya. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bunga Dewi Kusuma

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top