Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MSCI Asia Pacific Index tenggelam

JAKARTA: Saham Asia jatuh dan indeks berjangka turun serta euro melemah menjadi rendah terhadap yen dalam 2 pekan di tengah kekhawatiran Eropa berjuang untuk menjaga mata uangnya.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 November 2011  |  08:31 WIB

JAKARTA: Saham Asia jatuh dan indeks berjangka turun serta euro melemah menjadi rendah terhadap yen dalam 2 pekan di tengah kekhawatiran Eropa berjuang untuk menjaga mata uangnya.

MSCI Asia Pacific Index tenggelam 1,9% pada pukul 09:38 di Tokyo, tercatat sebagai kerugian terbesar dalam lebih dari seminggu. Standard & Poor 500 Index berjangka mundur 0,4%, menandakan indikator bursa AS mungkin memperpanjang penurunan 3,7% kemarin.
 
Euro melemah 0,1% menjadi 105,23 yen dan diperdagangkan di posisi US$1,3518 dari $ 1,3543 kemarin, ketika tenggelam 2,1%. Minyak tergelincir 0,3% menjadi $ 95,5 per barel di New York.
 
Yunani, Irlandia dan Portugal meminta dana talangan internasional. 
 
"Pasar akan fokus pada Italia," kata Scott Wren, ahli strategi ekuitas senior pada Wells Fargo Advisors LLC, dalam sebuah wawancara televisi Bloomberg dari St Louis, Missouri.
 
Hanya 13 saham menguat pada MSCI Asia Pacific Index. Indeks Nikkei 225 Stock Average di Jepang kehilangan 2,5%, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia anjlok 3%, menuju penurunan terbesar sejak 12 September.
 
Fanuc Corp, pembuat robot industri Jepang terbesar, mundur 3,8%. Data hari ini menunjukkan pesanan mesin jatuh 8,2% pada September dari Agustus, lebih dari perkiraan penurunan 7% dari rata-rata para ekonom yang disurvei Bloomberg News.
 
Ekspor China naik 16,1% pada Oktober, melambat dari peningkatan 17,1% bulan sebelumnya, menurut ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Sebuah laporan terpisah menunjukkan tingkat pengangguran Australia naik ke 5,3% dari 5,2%. Dollar Australia menurun sebanyak 0,3% menjadi US$1,0113 sebelum laporan. (ln)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lahyanto Nadie/Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top