Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gadai emas tetap tumbuh di tengah tren penurunan harga emas

MALANG: Produk gadai emas di beberapa perbankan syariah di Malang masih menunjukkan pertumbuhan di tengah tren penurunan harga emas dalam satu bulan terakhir.Kepala Cabang BSM Malang Dwi Pudji Widodo, mengatakan pertumbuhan outstanding gadai emas dari
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 September 2011  |  19:47 WIB

MALANG: Produk gadai emas di beberapa perbankan syariah di Malang masih menunjukkan pertumbuhan di tengah tren penurunan harga emas dalam satu bulan terakhir.Kepala Cabang BSM Malang Dwi Pudji Widodo, mengatakan pertumbuhan outstanding gadai emas dari Agustus sampai pekan terakhir September mencapai Rp11 miliar lebih.“Tumbuhnya omzet gadai emas di BSM karena nasabah masih berekspetasi bahwa harga emas akan terangkat lagi pada bulan-bulan ke depan,” kata Dwi Pudji Widodo di Malang, hari ini.Motivasi masyarakat pada gadai emas selain untuk investasi, juga karena ingin memiliki emas dalam jangka panjang. Selain itu ada juga yang menggadaikan emas karena untuk kebutuhan konsumsi.Seperti diberitakan harian ini, harga emas yang terkoreksi hingga 11,6% dalam satu bulan terkahir belum membuat bank syariah yang gencar memasarkan gadai panik. Risiko pasar bisnis ini terserap oleh taksiran harga rendah (Bisnis, 28/9).Dia mengakui nasabah sempat panik terkait dengan tren menurunnya harga emas dalam satu bulan terakhir ini. Namun dalam beberapa hari ini nasabah sudah kembali tenang.Omzet gadai masih tumbuh. Begitu juga angka redemption, tidak terlalu tinggi. Masih dalam batas wajar.  Outstanding gadai emas sampai 25 September 2011, kata dia, mencapai Rp36 miliar, sedangkan posisi akhir Agustus 2011 mencapai Rp24,7 miliar.Sementara itu, Wakil Pemimpin BNI Syariah Malang Imam Samekto, mengatakan dalam satu bulan terakhir ini permintaan gadai emas di BNI Syariah Malang relatif stabil. Tidak terjadi lonjakan permintaan maupun aksi jual.Dwi Pudji menyatakan tren penurunan harga emas juga telah diantisipasi. Intinya jangan sampai merugi dengan adanya tren tersebut terkait dengan pemasaran gadai emas.Ada tiga bumper agar BSM tidak merugi jika harga emas turun, yakni gadai emas ditentukan dari harga dasar emas BSM. HDE emas lebih rendah daripada harga pasar. Pencairan gadai juga tidak 100% dari HDE BSM, melainkan hanya 90%.Akad yang digunakan, kata dia, yakni rahn wal qard.  Intinya jika nasabah gadai emas macet dan emas disepakati dijual, namun hasil penjualannya tidak menutupi kewajibannya maka sisanya harus dipenuhi nasabah, masih menjadi tanggungan mereka.“Contohnya jika nilai gadai emasnya Rp100 juta dan macet. Lalu disepakati dijual di pasar dan laku Rp80 juta, maka berarti nasabah masih kekurangan Rp20 juta.  Kekurangan itu masih menjadi tanggungan dari nasabah.”Tanggungan itu harus dilunasi nasabah. Dengan cara itu, maka produk gadai emas BSM akan aman, tidak merugi. Strategi itu perlu untuk  menyikapi tren penurunan harga emas.Gadai emas di BSM masih terus tumbuh baik karena karena kompetitif. Dengan demikian, maka BSM dapat limpahan nasabah gadai emas.(api) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Choirul Anam

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top