Transaksi SUN turun, FR0059 paling aktif

JAKARTA: Meski indeks harga surat utang negara (SUN) menguat tipis pada perdagangan kemarin, volume transaksi perdagangan SUN justru mengalami penurunan -7,3%.Hal tersebut terungkap dalam catatan harian PT Pemeringkat Harga Efek Indonesia (PHEI/Indonesia
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 27 September 2011  |  13:46 WIB

JAKARTA: Meski indeks harga surat utang negara (SUN) menguat tipis pada perdagangan kemarin, volume transaksi perdagangan SUN justru mengalami penurunan -7,3%.Hal tersebut terungkap dalam catatan harian PT Pemeringkat Harga Efek Indonesia (PHEI/Indonesia Bond Pricing Agency) yang dirilis, hari ini.Volume perdagangan SUN menurut laporan penerimaan laporan transaksi efek (PLTE) tercatat turun menjadi Rp7 triliun pada perdagangan kemarin dibandingkan posisi akhir pekan lalu Rp7,6 triliun."Sementara frekuensi perdagangan turun -29,3% dari 399 transaksi di akhir pekan lalu menjadi 282 transaksi," tulis catatan harian IBPA itu.Seri yang paling aktif ditransaksikan pada awal pekan ini adalah obligasi negara FR0059 dengan total transaksi 30 kali senilai Rp177 miliar.Adapun untuk obligasi korporasi, obligasi sukuk ijarah Matahari II 2009 seri B dengan kupon 17% tercatat sebagai seri teraktif dengan total transaksi 11 kali senilai Rp55 miliar.IBPA Indonesia Government Securities Yield Curve (IBPA-IGSYC) dilaporkan bergerak mixed pada perdagangan kemarin. Tenor pendek dan menengah terlihat mengalami kenaikan sementara tenor panjang menurun.Tingkat imbal hasil (yield) SUN tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan yield China, Brasil, dan Korea Selatan. Untuk tenor 2 tahun dan 3 tahun, tingkat yield Indonesia berada pada level 5,93% dan 7,25%.Sementara itu, yield China untuk tenor 2 dan 10 tahun masing-masing 3,79% dan 3,91%, yield obligasi Brazil masing-masing 0,06% dan 0,00%, dan yield obligasi Korea masing-masing 3,43% dan 3,84%.Adapun tingkat yield obligasi India untuk tenor 2 dan 10 tahun masih berada di atas Indonesia yaitu 8,26% dan 8,30%. (ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top