Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kertas Basuki prediksi baru cetak laba 2012

JAKARTA: Manajemen PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk memperkirakan perseroan baru akan kembali membukukan laba bersih pada kuartal kedua tahun depan.Produsen kertas ini sebelumnya menderita kerugian sejak 2010 sebesar Rp436,25 miliar setelah mencatatkan
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 27 September 2011  |  17:18 WIB

JAKARTA: Manajemen PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk memperkirakan perseroan baru akan kembali membukukan laba bersih pada kuartal kedua tahun depan.Produsen kertas ini sebelumnya menderita kerugian sejak 2010 sebesar Rp436,25 miliar setelah mencatatkan laba bersih sebesar Rp20,15 miliar pada 2009. Tahun ini, perseroan diperkirakan masih akan menderita kerugian akibat belum beroperasinya paper machine (PM) 2.Sekretaris Perusahaan Kertas Basuki Tiur Simamora mengatakan selama ini penyelesaian pembangunan PM 2 yang tinggal 10% itu masih terkendala masalah pendanaan. "Selama ini pencairan pinjamannnya maju mundur karena belum ada approval dari pihak bank," katanya belum lama ini.Dana yang dibutuhkan perseroan untuk menyelesaikan pembangunan PM 2 mencapai US$50-55 juta. Pembangunan PM 2 tersebut diharapkan dapat mendongkrak kapasitas produksi perseroan hingga 15 kali lipat menjadi 150.000 ton per tahun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang berkisar 10.000 ton per tahun.Dia optimistis pinjaman tersebut akan segara dapat dicairkan dalam waktu dekat seiring telah dikantonginya ijin dari pemegang saham untuk melakukan konversi saham atas utang perseroan senilai Rp51,92 miliar."Rasio utang kami tentunya akan semakin bagus. Mudah-mudahan November ini kami bisa menggelar paparan publik untuk memberitahukan kabar baik itu [pencairan pinjaman]," ujar dia.Sebelumnya dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan 21 September, pemegang saham Kertas Basuki menyetujui rencana perseroan untuk menerbitkan 774,88 juta saham baru seri D tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.Jumlah tersebut setara dengan 9,79% dari total saham yang ditempatkan dan disetor perseroan saat ini yaitu sebanyak 7,91 miliar. Nilai nominal saham baru tersebut ditetapkan Rp50 per saham dengan harga pelaksanaan Rp67 per saham.Aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari skema pelunasan utang sebesar Rp51,92 miliar milik anak usaha perseroan yaitu PT Kertas Basuki Rachmat yang telah diambilalih oleh perseroan (novasi utang).Selanjutnya, saham baru hasil penerbitan tersebut akan dimiliki oleh PT Wahyu Berkat Abadi selaku kreditur perseroan dengan porsi kepemilikan saham sebesar 8,92%.Sembari menunggu beroperasinya PM 2 tersebut, Tiur menambahkan perseroan akan terus menggenjot kapasitas produksi PM 1 yang memiliki kapasitas produksi hanya 10.000 ton per tahun. "Hari ini produksinya sudah 26 ton per hari, tadinya rata-rata hanya 17 ton per hari," terang dia.Sampai dengan semester pertama tahun ini, perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp6,66 miliar. Pada periode sama tahun lalu perseroan tercatat masih membukukan laba bersih Rp59,14 miliar. Kerugian tersebut disebabkan oleh anjloknya pendapatan perseroan sebesar 88,72% menjadi Rp4,29 miliar dibandingkan dengan posisi periode yang sama tahun lalu Rp39,73 miliar. (bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top