Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wow! Reli dolar mengikis emas

JAKARTA: Harga emas turun karena reli dolar mengikis permintaan untuk logam mulia itu sebagai alternatif investasi setelah Federal Reserve mengatakan akan meningkatkan kepemilikan obligasi dalam upaya untuk meningkatkan ekonomi AS.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 September 2011  |  07:31 WIB

JAKARTA: Harga emas turun karena reli dolar mengikis permintaan untuk logam mulia itu sebagai alternatif investasi setelah Federal Reserve mengatakan akan meningkatkan kepemilikan obligasi dalam upaya untuk meningkatkan ekonomi AS.

 
Emas untuk pengiriman segera turun US$18,40, atau 1%, ke US$1.785,23 per ounce pada pukul 4:04 am waktu New York setelah turun sebanyak 1,3%. Pukul 2:20, tepat sebelum pengumuman The Fed, logam diperdagangkan di harga US$1.805. Greenback naik sebanyak 0,9% terhadap sekeranjang mata uang utama, menghapus kerugian sebelumnya.
 
The Fed berencana untuk membeli $400 miliar obligasi dengan jangka waktu enam sampai 30 tahun.
 
Adam Klopfenstein, senior strategist MF Global Holdings Inc di Chicago, dalam sebuah wawancara telepon mengatakan bahwa semua orang ingin pegang dolar dan obligasi setelah keputusan the Fed.
 
Dalam perdagangan elektronik, emas berjangka untuk pengiriman Desember turun sebanyak US$28,10, atau 1,6%, dibandingkan pada Comex di New York kemarin. Sebelumnya, kontrak turun US$1, atau 0,1% menjadi US$1.808,10.
 
Kontrak emas telah melonjak 27% tahun ini, mencapai rekor US$1.923,70 pada 6 September, atas permintaan investor di tengah meningkatnya utang di Eropa dan AS. (ln)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lahyanto Nadie/Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top