Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emas itu tersimpan di Changi

SINGAPURA: Di samping landasan pacu Bandara Internasional Changi, Singapura, terdapat kubah emas batangan milik Swiss Precious Metals seluas 7,4 acre.Ruang penyimpanan itu terlindung di balik pintu baja seberat 7 metrik ton yang didesain tahan dari kecelakaan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 September 2011  |  10:34 WIB

SINGAPURA: Di samping landasan pacu Bandara Internasional Changi, Singapura, terdapat kubah emas batangan milik Swiss Precious Metals seluas 7,4 acre.Ruang penyimpanan itu terlindung di balik pintu baja seberat 7 metrik ton yang didesain tahan dari kecelakaan pesawat maupun gempa bumi.Ruang-ruang di sana hampir penuh setelah permintaan penyimpanan emas naik 5 kali lipat sejak tahun pertama fasilitas perusahaan yang berbasis di Jenewa dibuka.Dampaknya, Swiss Precious merencanakan perluasan, dan memindahkan CEOnya yaitu Jean-Francois Pages ke Singapura pada bulan lalu untuk menangani lonjakan permintaan investor.Para investor bersedia membayar 1% dari nilai kepemilikan mereka setiap tahun untuk menjaga emas mereka aman."Krisis utang Eropa yang berdampak terhadap kemampuan membayar utang investor di pasar keuangan Eropa menyebabkan mereka berupaya melindungi nilai asetnya dalam emas dan logam mulia lainnya," kata Pages.Permintaan, katanya, sejalan  dengan gejolak keuangan dan politik global saat ini. Barclays Capital sedang membangun sebuah kubah baru, sementara The Brink 's Co dan Deutsche Bank AG akan menambahkan lebih banyak ruang penyimpanan. SSelain itu, Perth Mint dapat memperluas tempat penyimpanan untuk pertama kalinya sejak 2003. Penambahan ruang penyimpan emas itu menjadi isyarat bahwa mereka mengharapkan permintaan terus meningkat setelah reli harga logam 11 tahun ini.Pada siang ini, harga emas untuk pengiriman segera melemah 0,3% menjadi US$1.798,55 per ounce, dan terakhir diperdagangkan di US$1.801,15 pukul 10:08 waktu Singapura. (23/mmh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Intan Permatasari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top