Bursa Indonesia dan Filipina kinclong

 
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 21 September 2011  |  14:07 WIB

 

JAKARTA: Indonesia dan Filipina menjadi tuan rumah indeks saham di Asia yang masih bertahan di zona hijau, dari delapan indek saham di seluruh dunia yang masih positif di antara sebanyak 93 indeks saham yang terpantau Bloomberg siang ini.

Data Bloomberg itu juga menunjukkan indeks harga saham gabungan (IHSG) hanya berada di urutan ketujuh dari delapan indeks lain yang masih ‘hijau’ dengan return sejak awal tahun 0,6%, hanya mengungguli PSEi Filipina yang return-nya 0,07%. Daftar itu menggunakan dasar dari mata uang lokal.

Enam indeks tertinggi lain adalah Venezuela Stock Market yang memiliki return sebesar 53,98%, MSE TOP 20 Mongolia 32,87%, Lusaka Stock Exchange-Zambia 15,44%, Botswana Gaborone 10,34%, JSE Market Jamaika 8,96%, dan Sri Lanka Kolombo All Shares 2,5%.

Namun, meskipun berada di urutan akhir, IHSG juga merupakan indeks saham dengan kapitalisasi pasar yang terbesar.

IHSG memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp3,19 quadtriliun, Filipina 1,45 triliun peso atau setara Rp299 triliun, Sri Lanka 2,24 triliun rupee setara Rp183 triliun, Zambia 14,64 triliun kwacha setara Rp27,09 triliun, dan Mongolia 1,6 triliun tugrik yang setara Rp11,38 triliun.

Indeks lain adalah Botswana 2,83 triliun pula setara Rp3,55 triliun, Venezuela 4,45 miliar fuerte atau setara Rp3,08 triliun, dan bahkan Jamaika tidak teridentifikasi kapitalisasi pasarnya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top