Akuisisi 30% saham Chandra Asri bervaluasi Rp3,76 triliun

 
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 20 September 2011  |  18:34 WIB

 

JAKARTA: Siam Cement Public Company Ltd melalui anak usahanya SCG Chemical Company Ltd mengakuisi 919,86 juta lembar saham atau 30% saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk senilai Rp3,76 triliun.
 
Konglomerat industrial asal Thailand itu telah menandatangani block trade commitment letter pada 19 September dengan Apleton Investments Ltd (anak usaha Temasek Holdings) dan PT Barito Pacific Tbk (pemegang mayoritas saham Chandra Asri) di mana Apleton melepas seluruh kepemilikan sahamnya di Chandra Asri yaitu 22,87% atau sejumlah 701,334 juta saham. 
 
Sementara Barito melepas 7,13% atau sejumlah 218,52 juta lembar saham kepemilikannya di perusahaan hasil penggabungan antara PT Tri Polyta Indonesia Tbk dan PT Chandra Asri itu. Pascatransaksi tersebut, porsi kepemilikan Barito di perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia itu menyusut menjadi 64,87% dari sebelumnya 72%.
 
Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra berharap bergabungnya SCG di perseroan bisa mempercepat rencana ekspansi cracker perseroan yang ditargetkan menjadi 1 juta ton pada akhir 2014 mendatang dari kapasitas saat ini 600 ribu ton per tahun.
 
"Model bisnis SCG akan membawa dampak positif bagi perseroan, selaras dengan visi perseroan untuk menjadi perusahaan petrokimia terintegrasi di Indonesia," katanya.
 
Presiden Direktur SCG Cholanat Yanaranop menambahkan fokus SCG dalam jangka pendek menengah adalah memastikan rencana ekspansi bisnis yang telah direncanakan manajemen Chandra Asri dapat berjalan dengan baik. "Kami punya banyak pengalaman di bisnis petrokimia, dengan kemitraan ini kami akan pastikan ekspansi Chandra Asri bisa lebih kompetitif dan efisien," jelasnya.
 
Menurut dia, porsi kepemilikan saham 30% di Chandra Asri sudah cukup strategis sehingga SCG tidak berencana menambah jumlah kepemilikannya di kemudian hari. "Kami happy dengan posisi ini," ujar dia.
 
Dalam kesempatan itu, Cholanat masih enggan membeberkan berapa dana investasi yang disiapkan SCG untuk menggenjot ekspansi bisnis Chandra Asri. 
 
SCG merupakan salah satu perusahaan petrokimia terbesar di Asia Tenggara yang menghasilkan produk kimia terintegrasi mulai dari hulu ke hilir seperti olefin, styrene, monomer, polyethylene, polypropylene, dan polystyrene.
 
Cholanat mengakui saat ini SCG juga tengah mengajukan proposal penawaran untuk membeli 100% saham produsen kimia lainnya yaitu PT Sulfindo Adiusaha, produsen bahan kimia Indonesia yang dikendalikan keluarga Tanojo asal Indonesia. "Kami sedang dalam proses penawaran. Saya pikir ini akan memakan waktu sekitar dua sampai tiga bulan," ungkapnya.
 
Sebelumnya, Siam Cement Group juga telah berekspansi di dalam negeri dengan mengakuisi PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk dan PT Kokoh Inti Arebama Tbk pada awal tahun ini. Perusahaan juga menyatakan akan terus mencari peluang untuk mengakuisisi perusahaan nasional lain.
 
Siam Cement Pcl, perusahaan yang dikomandoi Kan Trakulhoon, merupakan perusahaan induk dengan pengkhususan di bidang industri yang terdiversifikasi. Operasional perusahaan terdiri dari manufaktur semen, kimia, kertas, produk bangunan, dan distribusi.
 
Perusahaan didirikan sejak 1913 oleh Raja Vajiravudh dan 30% sahamnya dikendalikan oleh Biro Properti Kerajaan. Saham perseroan yang berkode SCC masih stagnan di level 303 baht karena bursa Thailand tidak beroperasi hari ini. Adapun kapitalisasi pasar yang terbentuk sebesar 363,6 baht dan rasio harga saham terhadap laba bersihnya (price to earnings ratio/PER) 9,11 kali. (sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top