Charoen Pokphand raih pinjaman Rp2,2 triliun

 
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 19 September 2011  |  18:02 WIB

 

JAKARTA: Produsen pakan ternak PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, berencana menandatangani pinjaman sindikasi perbankan senilai US$250 juta (sekitar Rp2,2 triliun).
 
Presiden Direktur Charoen Pokphand Thomas Effendy mengungkapkan rencana penandatangan equivalent syndicated credit facility dengan beberapa bank tersebut akan dilaksanakan pada 26 September atau Senin pekan depan.
 
"Banknya adalah Citibank N.A, PT Bank Central Asia Tbk, DBS Bank Ltd, dan PT Bank Mandiri Tbk sebagai mandated lead arranger and book runners," ungkapnya dalam keterbukaan informasi hari ini.
 
Dalam kesempatan itu, Thomas tidak menjelaskan detil penggunaan fasilitas pinjaman sindikasi perbankan tersebut. "Ringkasan mengenai persyaratan dan kondisi dari pinjaman sindikasi akan dijelaskan lebih lanjut setelah ditandatanganinya perjanjian sindikasi," jelas dia.
 
Charoen Pokphand berdiri pada 7 Januari 1972 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 1991. Tidak hanya memproduksi pakan ternak, perseroan juga memproduksi peralatan ternak dan memiliki bisnis pengolahan daging ayam.
 
Perseroan memiliki dua anak usaha yaitu PT Charoen Pokphand Jaya Farm yang mulai beroperasi pada 1972 dan PT Primafood International yang beroperasi pada 2000 di bidang perdagangan produk makanan olahan.
 
Jejaring usaha lain adalah PT Vista Grain, PT Poly Packaging Industry, PT Feprotama Pertiwi, dan PT Agrico International.
 
Mayoritas atau 55,5% saham Charoen Pokphan dikuasai oleh PT Central Agromina.
 
Untuk tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal (capex) Rp1,5 triliun untuk menambahan kapasitas produksi demi mengejar target penjualan yang dipatok Rp17,5 triliun.
 
Perseroan akan melakukan penyelesaian pabrik pakan ternak di Lampung, berencana menambah pabrik baru di daerah Jawa Barat dan satu pabrik di Medan, Sumatra Utara untuk pengembangan makanan olahan. (sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top